BAMAGNAS Sambut Subsidi Listrik Gereja, Umat Kristen Bengkulu Disebut Lebih Tenang
Ketua DPW BAMAGNAS Provinsi Bengkulu Moses Sinaga, S.Th., M.M. (dok:pribadi) (dok:pribadi)

BAMAGNAS Sambut Subsidi Listrik Gereja, Umat Kristen Bengkulu Disebut Lebih Tenang

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu DPW BAMAGNAS (Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional) Provinsi Bengkulu menyambut positif kebijakan Gubernur Bengkulu yang berencana membantu biaya listrik gereja-gereja di wilayah tersebut.

Ketua DPW BAMAGNAS Provinsi Bengkulu Moses Sinaga, S.Th., M.M., yang akrab disapa Sinaga, dalam wawancara pada Jumat (3/4/2026), mengatakan kebijakan itu menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk umat Kristiani yang selama ini menjadi kelompok minoritas di Provinsi Bengkulu.

Menurut Sinaga, wacana bantuan biaya listrik gereja itu muncul setelah BAMAGNAS melakukan silaturahmi dan audiensi dengan gubernur. Dari pertemuan tersebut, lahir sejumlah agenda yang dinilai menunjukkan kehadiran pemerintah bagi semua golongan tanpa membedakan latar belakang agama.

“Pak Gubernur hadir di tengah-tengah semua lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang dan keragaman agama-agama yang ada di Provinsi Bengkulu. Dan itu terima kasih banyak kami ucapkan,” kata Sinaga.

Ia menjelaskan, hingga saat ini bantuan biaya listrik gereja masih dalam tahap kebijakan dan belum masuk tahap realisasi teknis. Sinaga menyebut gagasan itu pertama kali dicetuskan saat pelantikan dalam agenda Retret Merah Putih ASN Kristen Provinsi Bengkulu.

“Itu baru kebijakan yang memang baru dicetuskan kemarin pada waktu pelantikan di Retret Merah Putih ASN Kristen Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Meski belum terealisasi di lapangan, BAMAGNAS berharap kebijakan tersebut bisa segera diimplementasikan. Menurut Sinaga, subsidi listrik gereja akan membantu meringankan beban operasional rumah ibadah dan mendukung peningkatan aktivitas peribadahan di gereja-gereja lokal.

“Harapannya, lewat program besar Bapak Gubernur dalam memberikan subsidi pembiayaan tagihan listrik gereja, umat Kristiani diringankan beban dalam peningkatan peribadahan di setiap gereja lokal masing-masing,” katanya.

Ia menilai kebijakan itu juga memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar bantuan ekonomi. Menurut dia, program tersebut dapat menghilangkan rasa khawatir di kalangan umat minoritas terhadap sikap pemerintah dan memperkuat kepercayaan bahwa pemerintah hadir sebagai pemimpin bagi seluruh warga.

“Yang kedua, menghilangkan rasa kekhawatiran akan ketidaknasionalismean pemerintah sebagai orang tua dan pemimpin bagi kami keluarga Kristiani yang terbilang minoritas,” ucap Sinaga.

BAMAGNAS berharap kebijakan ini menjadi pemicu hal-hal positif di tengah masyarakat dan meredam sisa perdebatan politik yang masih muncul. Ia menegaskan bantuan untuk gereja dinilai sebagai simbol kepedulian gubernur terhadap seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Kristen di Bengkulu.

Gambar Gravatar
Penulis dan wartawan berita daerah dan nasional yang mengikuti berbagai isu regional, peristiwa lapangan, serta kabar terkini dari wilayah dengan pendekatan jurnalistik yang akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *