Alaku
Alaku

Tiga Sampel Makanan MBG di SDN 59 Bengkulu Tak Lulus Uji Mikrobiologi

Tiga Sampel Makanan MBG di SDN 59 Bengkulu Tak Lulus Uji Mikrobiologi (dok:istimewa)

Bengkulu – Hasil pemeriksaan laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menemukan tiga dari enam sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 59 Kota Bengkulu tidak memenuhi syarat (TMS) mikrobiologi setelah tujuh siswa mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan tersebut.

Temuan itu tercantum dalam surat hasil pemeriksaan BPOM Bengkulu tertanggal 14 September 2026. Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan siswa mengalami pusing, mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG pada 4 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati membenarkan hasil pemeriksaan tersebut. Menurut dia, hasil laboratorium menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan MBG ke sekolah tersebut.

“Surat sudah kita terima, beberapa sampel makanan ada yang tidak memenuhi syarat, namun ada juga yang memenuhi syarat,” ujar Nelli, Senin (21/9).

Dari enam sampel yang diuji, tiga dinyatakan tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi. Salah satunya merupakan sampel sayur tumis buncis dan wortel yang ditemukan mengandung bakteri Staphylococcus aureus sebanyak 1,8 x 10⁵ koloni per gram.

Jumlah bakteri tersebut jauh di atas batas yang dipersyaratkan, yakni kurang dari 100 koloni per gram. Temuan ini menjadi salah satu indikator ketidaksesuaian pada sampel makanan yang diperiksa BPOM.

Selain sayuran, kandungan bakteri juga ditemukan pada dua sampel ayam kaki naga atau sempol. Salah satu sampel tercatat mengandung Bacillus cereus sebanyak 1,4 x 10³ koloni per gram dan Staphylococcus aureus sebanyak 1,5 x 10³ koloni per gram.

Hasil pemeriksaan tersebut kini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dalam evaluasi penyedia makanan MBG. Pemerintah memastikan hasil uji laboratorium digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah terhadap SPPG yang memasok makanan ke SDN 59.

Pemeriksaan dilakukan setelah tujuh siswa sekolah tersebut mengalami pusing, mual, muntah, dan sakit perut pada 4 September 2026. Adanya tiga sampel yang tidak memenuhi syarat membuat aspek keamanan dan kualitas makanan MBG kembali menjadi perhatian dalam pelaksanaan program di sekolah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan