Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu akhirnya merespons keluhan warga terkait kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Tanggapan itu disampaikan lewat keterangan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu Alex Pebriansyah pada Minggu (16/3/2026) dini hari, menyusul ramainya sorotan masyarakat soal sulitnya mendapatkan gas melon.
Alex menyebut, Pemkot Bengkulu saat ini telah melakukan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram di tingkat agen hingga pangkalan. Langkah itu, menurut dia, dilakukan untuk memastikan pasokan bersubsidi tetap tersalurkan ke masyarakat yang berhak menerima.
“Upaya yang dilakukan pengawasan gas elpigi di tingkat agen dan pangkalan,” kata Alex dalam keterangannya, Minggu (16/3/2026) sekitar pukul 00.01 WIB.
Menurut Alex, salah satu penyebab utama kelangkaan gas melon saat ini adalah meningkatnya konsumsi selama Ramadan. Ia menilai lonjakan penggunaan dipicu banyaknya usaha mikro dadakan yang bermunculan selama bulan puasa.
“Penyebab kelangkaan karna peningkatan jumlah pemakaian gas disebabkan banyaknya UMKM dadakan pada saat bulan ramadan ini,” ujarnya.
Terkait keluhan warga soal harga LPG 3 kilogram yang melonjak hingga di atas harga normal, Alex mengatakan kenaikan diduga terjadi di tingkat pengecer atau warung. Ia menegaskan, lonjakan harga bukan berasal dari pangkalan resmi maupun agen.
“Untuk harga kemungkinan ada peningkatan harga di tingkat warung, bukan di pangkalan atau di agen, solusinya hari Senin ini kita akan turun kembali,” kata dia.
Pemkot Bengkulu, lanjut Alex, akan kembali turun ke lapangan pada Senin untuk mengecek distribusi dan harga di lapangan. Langkah ini diharapkan bisa menjawab keresahan warga yang dalam beberapa hari terakhir mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain namun tetap pulang dengan tangan kosong.
Di sisi lain, Alex memastikan ada rencana penambahan pasokan LPG 3 kilogram menjelang libur Lebaran. Penambahan kuota disebut akan dilakukan oleh agen bersama Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat tajam pada masa puncak Ramadan hingga Idulfitri.
“Untuk pemenuhan kuota menyeluruh pada saat lebaran nanti pihak agen dan Pertamina akan menambah jumlah kuota pasokan pada saat libur menjelang lebaran nanti,” ucapnya.
Respons Disperindag ini muncul setelah sebelumnya warga di sejumlah kawasan seperti Sukamerindu dan Lingkar Barat mengeluhkan kelangkaan gas melon yang berlangsung selama beberapa hari. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram, bahkan sebagian terpaksa membeli dengan harga mencapai Rp 50 ribu atau beralih ke tabung nonsubsidi yang lebih mahal.
Sebelumnya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi juga telah mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan LPG tabung 3 kilogram tepat sasaran. Dalam surat itu, Pemkot mengimbau PNS, PPPK, pelaku usaha dengan modal di atas Rp 50 juta, serta masyarakat yang tergolong mampu agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram bersubsidi dan beralih ke tabung 5 kilogram atau 12 kilogram nonsubsidi.
Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG 3 kilogram, sekaligus memastikan gas bersubsidi hanya digunakan oleh rumah tangga, usaha mikro, dan nelayan sesuai ketentuan. Meski demikian, warga kini menunggu langkah konkret di lapangan agar kelangkaan yang terus berulang menjelang hari besar tidak hanya berhenti pada imbauan, tetapi benar-benar teratasi.







