Balai Pengawas Obat dan Makanan Bengkulu melakukan pengawasan intensif di kawasan Gedung Balai Buntar dan depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (23/2/26)(foto:anto)
Balai Pengawas Obat dan Makanan Bengkulu melakukan pengawasan intensif di kawasan Gedung Balai Buntar dan depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (23/2/26)(foto:anto)

Takjil Ramadan Bengkulu Diawasi BPOM, Hasil Uji Dinyatakan Aman

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Peredaran Takjil Ramadan Bengkulu selama bulan suci 1447 Hijriah dipastikan aman setelah Balai Pengawas Obat dan Makanan setempat melakukan pengawasan intensif di sejumlah pusat aktivitas masyarakat. Pengawasan dilakukan pada 23 Februari 2026 di dua titik strategis, yakni kawasan Gedung Balai Buntar dan depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bengkulu mengambil 28 sampel takjil dari berbagai pedagang. Seluruh sampel kemudian menjalani pengujian cepat menggunakan metode rapid test guna memastikan tidak adanya kandungan bahan berbahaya pada Takjil Ramadan Bengkulu yang beredar.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif dari zat berbahaya dan memenuhi persyaratan keamanan pangan. Dengan hasil tersebut, BPOM memastikan takjil yang dijual di lokasi pengawasan layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Meski demikian, BPOM tetap mengimbau masyarakat agar selektif dalam memilih Takjil Ramadan Bengkulu, dengan memperhatikan kebersihan serta memastikan produk dibeli dari pedagang yang terpercaya. Pedagang juga diharapkan konsisten menjaga kualitas dan higienitas makanan selama Ramadan.

Pengawasan takjil ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Balai Buntar yang menjadi pusat keramaian selama bulan puasa. Lokasi tersebut sebelumnya ditetapkan sebagai pusat Kampung Ramadan 2026 oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Kampung Ramadan 2026 resmi diluncurkan Wakil Gubernur Bengkulu Mian di kawasan Balai Buntar dengan melibatkan sekitar 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Program ini menjadi ruang penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus menyediakan beragam pilihan kuliner berbuka puasa bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Mian menekankan pentingnya ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama aktivitas jual beli berlangsung. Ia juga mendorong seluruh pihak terkait memastikan standar higienitas produk UMKM tetap terjaga agar Kampung Ramadan memberi dampak ekonomi positif tanpa mengabaikan aspek kesehatan publik.

Dengan pengawasan BPOM dan dukungan pemerintah daerah, Takjil Ramadan Bengkulu diharapkan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang sehat dan berkelanjutan selama bulan suci.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *