Alaku
Alaku

Bengkulu – Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mendorong penambahan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa asal Bengkulu pada 2027, setelah Universitas Bengkulu (Unib) memfasilitasi 716 penerima bantuan pendidikan pada 2026. Komitmen tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan secara simbolis dalam kuliah umum bertajuk Green Democracy di Gedung Layanan Terpadu Unib, Rabu (21/10/2026), untuk memperluas akses perguruan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Sultan menegaskan, keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan. Menurut dia, bantuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Program KIP Kuliah ini merupakan wujud investasi pemerintah yang paling pasti dan paling berdampak dalam upaya meningkatkan jumlah mahasiswa unggul di Indonesia,” ujar Sultan yang akrab disapa Bungsu.

Sebagai Ketua DPD RI sekaligus putra daerah Bengkulu, Sultan menyatakan akan terus memperjuangkan agar semakin banyak mahasiswa di daerah tersebut memperoleh manfaat program KIP Kuliah. Ia berharap penambahan kuota pada tahun mendatang membuka peluang lebih luas bagi lulusan sekolah menengah untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Poinnya adalah saya ingin di periode saya ini sebanyak mungkin mahasiswa-mahasiswi Bengkulu, termasuk siswa yang program KIP itu, mendapatkan benefit atau mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya,” katanya.

Sultan juga mengingatkan mahasiswa penerima bantuan agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia meminta mereka menjaga kedisiplinan, bersungguh-sungguh dalam belajar, dan menyelesaikan pendidikan dengan prestasi akademik yang baik.

Sementara itu, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa kampusnya memfasilitasi 716 mahasiswa penerima KIP Kuliah pada 2026. Jumlah tersebut bertambah setelah dilakukan penyesuaian data kesejahteraan dan seleksi melalui jalur usulan masyarakat.

“Total 716 mahasiswa penerima KIP Kuliah di Unib tahun ini. Sebelumnya, melalui seleksi jalur eligible, hanya 691 mahasiswa yang dinyatakan berhak menerima KIP Kuliah. Namun, setelah dilakukan perubahan desil kesejahteraan dan seleksi melalui jalur usulan masyarakat, terjadi penambahan sembilan dan 16 mahasiswa,” papar Indra.

Menurut Indra, salah satu tantangan dalam penetapan penerima bantuan adalah ketidaksesuaian data kesejahteraan keluarga yang tercatat dalam sistem. Sejumlah mahasiswa menghadapi kendala karena data mereka menunjukkan kategori desil di atas batas yang dipersyaratkan untuk memperoleh KIP Kuliah.

“Sejumlah mahasiswa mengalami hambatan untuk mendapatkan KIP Kuliah karena data kesejahteraan keluarga yang tercatat dalam sistem menunjukkan desil di atas batas yang dipersyaratkan untuk memperoleh bantuan,” ujarnya.

Karena itu, pembaruan dan verifikasi data menjadi faktor penting agar bantuan dapat diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Ketepatan data diharapkan membantu proses seleksi sekaligus mengurangi hambatan bagi calon penerima yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Untuk mendukung penyaluran bantuan, Unib juga memfasilitasi aktivasi rekening BNI bagi mahasiswa penerima, terutama untuk keperluan penyaluran bantuan biaya hidup selama masa studi sesuai ketentuan yang berlaku.

Indra mengapresiasi upaya Sultan dalam mendorong perluasan akses pendidikan tinggi di Bengkulu. Ia berharap perjuangan penambahan kuota KIP Kuliah dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sehingga semakin banyak mahasiswa memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan