Untuk memudahkan pelayanan, Pemkot Bengkulu telah membuka loket pembayaran di beberapa kantor kecamatan, seperti di Selebar, Kampung Melayu, Gading Cempaka, dan Teluk Segara. Selain itu, Bapenda juga menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi PADEK, yang memungkinkan masyarakat membayar PBB langsung dari rumah menggunakan ponsel berbasis Android.
“Lewat aplikasi PADEK, masyarakat bisa melakukan pembayaran PBB, pajak restoran, hiburan, dan jenis pajak lainnya melalui sejumlah bank yang telah bekerja sama dengan Bapenda Kota Bengkulu,” jelas Nurlia.
Sebelumnya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi juga menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam membayar pajak sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
“Kenapa ini sering saya sampaikan? Karena kita ingin membangun jalan, drainase, lampu jalan, dan semua itu berasal dari PBB. Jadi tolong bantu pemerintah dengan membayar pajak tepat waktu. Insya Allah pembangunan akan terus berjalan,” ujar Dedy.
Dengan capaian positif ini, Pemkot Bengkulu optimistis target realisasi PBB tahun 2025 akan tercapai, sekaligus menjadi dorongan kuat bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Bengkulu.














