Lebong – Capaian Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Lebong yang berada di posisi terbawah tingkat provinsi memicu langkah bersama lintas sektor untuk menyusun strategi perbaikan menyeluruh pada tahun 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Lintas Sektor OPD dan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lebong yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong, dengan fokus merumuskan target dan arah kebijakan program PAUD ke depan.
Bunda PAUD Kabupaten Lebong Hj. Dian Rismawati, Sh. dalam sambutannya menegaskan rapat tersebut digelar untuk membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, agar program kerja Pokja Bunda PAUD 2026 mampu mencapai hasil maksimal.
“Saya sengaja mengundang bpk/ibu kepala OPD maupun pengurus Pokja Bunda PAUD untuk rapat pada hari ini karena berdasarkan evaluasi program kerja pokja bunda PAUD tahun 2025 yang di laksanakan di BPMP pada akhir desember 2025 kemaren.Program PAUD berada pada urutan ke sepuluh dari sepuluh kabupaten kota,”.Kata Bunda Paud.
Ia mengungkapkan, hasil evaluasi tersebut menjadi catatan terburuk yang diterima di akhir tahun, sekaligus menegaskan bahwa persoalan PAUD tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Pendidikan semata, meskipun PAUD berada di bawah naungan dinas tersebut.
Dalam rapat itu, Bunda PAUD memaparkan sejumlah persoalan krusial yang dihadapi PAUD di Kabupaten Lebong, mulai dari rapor mutu PAUD yang masih berstatus merah, pengisian sulinjar yang baru tuntas di empat satuan PAUD, hingga tingginya angka Anak Tidak Sekolah usia PAUD yang mencapai 30–35 persen.
Selain itu, sekitar 80 persen satuan PAUD masih berstatus akreditasi C, sebaran PAUD belum merata dengan 45 desa di 12 kecamatan belum memiliki satuan PAUD, rendahnya Standar Pelayanan Minimum PAUD, kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan yang belum sesuai, minimnya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAUD, keterbatasan sarana prasarana ramah anak, proses pembelajaran yang belum sesuai tahap perkembangan anak, serta rendahnya pelibatan orang tua.
“Berdasarkan Permasalahan ini saya meminta dukungan baik secara materi maupun non materi kepada seluruh OPD yang terlibat agar bersama-sama mencari jalan keluar dari permasalahan ini sehingga Kabupaten Lebong dapat mewujudkan PAUD holistik integratif dan berkualitas, “kata Bunda Paud.
Ia juga mengajak seluruh OPD terkait untuk aktif berdiskusi, menyampaikan data pendukung, serta merumuskan strategi konkret yang dapat dijalankan dalam waktu satu tahun ke depan.
“Mari kita berdiskusi bersama berikan masukan, berikan data pendukung, berikan saran dan strategi apa yang harus kita kerjakan dalam kurun waktu 1 tahun untuk menyelesaikan PR yang berat ini, kami dari Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lebong akan memprogramkan hal yang menjadi urgen untuk di prioritaskan agar segera di laksanakan di awal tahun ini, “Tutup Bunda Paud.
Rapat kerja tersebut turut dihadiri Istri Bupati selaku Bunda PAUD Kabupaten Lebong, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajaran, Kabag Hukum, serta para guru PAUD.





