Bengkulu – Upaya penghapusan stunting terus diperkuat Pemerintah Kota Bengkulu dengan mendorong keterlibatan lintas sektor dan masyarakat melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING yang difokuskan pada pemenuhan gizi anak-anak terdampak.
Program ini dirancang sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan agar anak yang mengalami stunting maupun berisiko stunting memperoleh asupan nutrisi yang memadai setiap hari melalui peran orang tua asuh.
Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Bengkulu Rosminiarty menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan menyeluruh agar seluruh anak yang terdata dapat terhubung dengan orang tua asuh sesuai kebutuhan masing-masing.
“Target kami adalah memastikan kebutuhan makanan bergizi mereka terpenuhi setiap hari melalui pendampingan ini,” ujarnya, Selasa (3/2/26).
Data Pemerintah Kota Bengkulu mencatat, selama periode Januari hingga Desember 2025 terdapat 45 anak yang mengalami stunting serta 97 anak masuk dalam kategori berisiko stunting.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah kota telah menetapkan 41 orang tua asuh yang bertugas memberikan perhatian khusus, terutama terkait pemenuhan gizi harian dan pemberian susu secara rutin kepada anak-anak sasaran.
Pelaksanaan GENTING diperkuat dengan capaian positif penurunan prevalensi stunting di Kota Bengkulu. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting tercatat turun dari 12,9 persen pada 2022 menjadi 6,7 persen pada 2023.
Dengan mengedepankan semangat gotong royong, Pemkot Bengkulu optimistis target nol stunting dapat diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan. Evaluasi berkala bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait serta survei faktual di lapangan terus dilakukan guna memastikan setiap intervensi berjalan tepat sasaran.
Melalui program GENTING, pemerintah berharap tidak hanya menghadirkan solusi jangka pendek, tetapi juga membangun gerakan berkelanjutan demi menciptakan generasi Kota Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh di masa mendatang.





