“Hari ini Kota Bengkulu sudah mulai menjalankan program MBG. Atas nama Pemkot dan Forkopimda, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas program makanan gratis bagi siswa se-Kota Bengkulu,” kata Arif.
Arif menambahkan bahwa kapasitas dapur masih menjadi tantangan dalam distribusi MBG. “Saat ini, satu dapur hanya mampu melayani 3.000 siswa. Karena itu, distribusi akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Kualitas Gizi Makanan MBG Dijamin Ahli Gizi
Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, memastikan bahwa MBG di Bengkulu telah memenuhi standar gizi. Di SLB 1 Kota Bengkulu, sebanyak 132 pelajar terdaftar dalam program ini, dan 116 pelajar hadir pada hari pertama untuk menerima makanan bergizi.
“Makanan tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB, disimpan di ruang transit makanan sebelum didistribusikan. Menu hari pertama terdiri dari ayam kecap, tahu goreng, sayur, dan pisang. Menu ini akan terus divariasikan setiap harinya,” jelas Yogi.
Koordinator MBG Provinsi Bengkulu, Gloria, juga menegaskan bahwa standar makanan telah ditetapkan oleh ahli gizi, dengan pendanaan yang bersumber dari APBN.
Dampak Positif MBG: Gizi, Pendidikan, dan Ekonomi Lokal
Program MBG merupakan langkah strategis dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).














