Suyamto juga menjelaskan terkait asal negara impor bahwa Perum Bulog akan melaksanakan penugasan importasi beras ini dari negara mana saja yang memungkinkan dan memenuhi semua standar persyaratan.
“Saat ini, kita sudah memiliki kontrak dengan beberapa negara yang produksinya masih banyak, seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar. Selanjutnya, kita juga akan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan India, Kamboja, dan negara-negara lain yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” tambah Suyamto.
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik , Mokhamad Suyamto, mengemukakan bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan intensif terkait harga beras saat ini. Suyamto menjelaskan bahwa terjadinya sedikit kenaikan harga beras disebabkan oleh beberapa faktor, baik eksternal maupun internal dalam negeri, seperti bencana El Nino dan situasi dalam negeri yang baru memasuki musim tanam.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, Pemerintah melalui Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau, meskipun di pasaran terjadi sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini agar tetap terkendali,” kata Suyamto.
Hingga saat ini, Perum Bulog telah menggelontorkan beras operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh Indonesia dengan jumlah total sebanyak 885 ribu ton. Kegiatan ini terus berlanjut untuk memastikan bahwa harga beras tetap stabil.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari





