Pemprov Bengkulu Kebut Perbaikan Jalan, Target Seluruh Ruas Provinsi Mulus pada 2028

Rejang Lebong – Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan seluruh jalan berstatus kewenangan provinsi dalam kondisi mulus pada 2028. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Bengkulu Mian saat memimpin rapat terbatas bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di Kantor Bupati Rejang Lebong, Senin (25/5).
Rapat itu dihadiri Pelaksana Tugas Bupati Rejang Lebong Hendri Praja, Sekretaris Daerah Rejang Lebong, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso, serta sejumlah kepala OPD terkait. Pertemuan difokuskan pada pembahasan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Rejang Lebong.
Mian mengatakan pembangunan jalan di seluruh kabupaten harus dilakukan secara merata sesuai arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Pemerintah provinsi, kata dia, tidak ingin muncul anggapan adanya perbedaan prioritas pembangunan antarwilayah.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, pembangunan jalan pada 2026 hingga 2027 harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai muncul anggapan pemerintah provinsi membeda-bedakan pembangunan di setiap kabupaten,” ujar Mian.
Ia menegaskan, target besar pemerintah daerah saat ini adalah menuntaskan seluruh jalan provinsi agar berada dalam kondisi baik pada 2028 mendatang.
Menurut Mian, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Rejang Lebong sebenarnya sudah mulai mendapat penanganan sejak 2025. Pekerjaan itu akan kembali dilanjutkan secara bertahap hingga ditargetkan selesai seluruhnya pada 2027.
“Insyallah proses awal pada 2025 di Kabupaten Rejang Lebong sudah banyak diintervensi, khususnya di Jalan Apur dan sejumlah titik lainnya. Penyelesaian pada 2027 nanti insyallah kita tuntaskan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso menjelaskan, terdapat dua pekerjaan utama yang diprioritaskan di Rejang Lebong pada 2026, yakni penanganan longsor ruas Beringin Tiga–Bengko dan peningkatan Jalan Curup–Air Dingin.
“Untuk kegiatan 2026, Jalan Curup–Air Dingin dianggarkan lebih dari Rp5 miliar. Kemudian penanganan longsor di ruas Beringin Tiga–Bengko sebesar Rp5 miliar dan saat ini sedang dalam proses lelang,” jelas Tejo.
Ia menambahkan, proses pembangunan infrastruktur masih menyesuaikan kondisi harga minyak industri yang mengalami kenaikan cukup signifikan sehingga berdampak pada tahapan pelaksanaan proyek.
Melalui percepatan pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap konektivitas antarwilayah semakin baik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.






