Bengkulu – Platform pemantauan tutupan lahan MapBiomas Indonesia Versi 4 resmi diperkenalkan di Bengkulu dengan membawa pembaruan yang memungkinkan masyarakat memantau kondisi lahan secara lebih detail hingga tingkat desa. Platform ini juga dapat diakses gratis oleh publik.
Direktur Genesis Bengkulu, Egi Ade Saputra, mengatakan peluncuran MapBiomas Versi 4 menjadi langkah penting dalam memperluas keterbukaan informasi terkait kondisi tutupan lahan di Indonesia, khususnya di Bengkulu.
“MapBiomas ini adalah platform yang dikembangkan oleh 9 CSO di Indonesia dan salah satunya ada di Bengkulu bersama kawan-kawan jaringan lainnya,” kata Egi, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pembaruan pada versi terbaru membuat data yang tersedia jauh lebih rinci dibanding sebelumnya. Pengguna kini dapat menelusuri informasi tutupan lahan mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa.
“Sekarang untuk melihat tutupan lahan kita bisa lebih detail lagi ke provinsi, ke kelas kabupaten, kecamatan, bahkan ke kelas desa,” ujarnya.
Egi menjelaskan, peluncuran di Bengkulu menjadi momentum pertama dikenalkannya MapBiomas Versi 4 di daerah tersebut. Sebelumnya, platform serupa telah hadir melalui versi terdahulu.
Ia menyebut salah satu pembaruan utama dalam Versi 4 adalah hadirnya 13 klasifikasi tutupan lahan yang bisa dipantau masyarakat. Kategori tersebut mencakup kawasan sawit, sawah, hingga berbagai jenis penggunaan lahan lainnya.
“Kelebihan versi 4 ini pertama, dia dari kelas tutupannya. Kita sudah tersedia ada 13 kelas, termasuk dua kelas sawit, sawah dan juga yang lainnya bisa dilihat di platform,” jelasnya.
Selain penambahan klasifikasi, tampilan platform juga dirancang lebih sederhana dan mudah digunakan. Hal itu dinilai penting agar masyarakat umum maupun peneliti lebih mudah memahami perubahan kondisi tutupan lahan di suatu wilayah.
“Antarmuka yang sangat bersahabat sekali dengan para pengguna, bisa dengan sangat mudah untuk memahami dari platform dan juga bisa mengetahui bagaimana kondisi tutupan lahan dan perubahan yang terjadi,” kata Egi.
MapBiomas Versi 4 juga menyediakan berbagai data spasial lain yang dapat diakses publik, termasuk informasi perizinan berusaha di kawasan hutan dan sejumlah konsesi perkebunan sawit.
“Penggunaan MapBiomas ini gratis, semua orang bisa akses. Ada banyak kelas yang bisa digunakan, ada perizinan berusaha dalam kawasan hutan juga ada, konsesi perkebunan sawit beberapa juga ada,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pengguna juga dapat melakukan analisis mandiri terhadap wilayah tertentu dengan memasukkan titik koordinat maupun bentuk area yang ingin ditelusuri ke dalam sistem platform.
“Ketika kita mau menelusuri sebuah wilayah yang akan kita analisis pun, bisa kita lakukan dengan memasukkan shapenya,” tutup Egi.





