Bengkulu Utara – Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan langsung memerintahkan jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu turun ke Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, setelah jalur transportasi Molek ambrol akibat longsor dan memutus akses warga setempat.
Instruksi itu ditindaklanjuti Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Hendri Kurniawan yang mendatangi lokasi pada Kamis, 7 Mei 2026. Kedatangannya disambut langsung pemerintah desa dan warga yang terdampak putusnya jalur transportasi utama tersebut.
“Mewakili Gubernur H. Helmi Hasan, hari ini kami menyampaikan bantuan perbaikan Jalur Molek yang rusak akibat tanah longsor. Semoga rel yang putus dapat segera diperbaiki sehingga akses warga kembali normal,” kata Hendri Kurniawan.
Selain bantuan untuk perbaikan jalur, Pemprov Bengkulu juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang terjadi di wilayah itu.
Sebelumnya, longsor terjadi di jalur transportasi Molek di kawasan Lubuk Derek atau Muara Lusang, Desa Lebong Tandai, Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Material longsor dari tebing dilaporkan menimpa rel tepat saat satu unit gerbong molek melintas membawa logistik.
Akibatnya, gerbong kehilangan kendali dan jatuh ke jurang sedalam sekitar 20 meter. Seluruh barang bawaan ikut terjun bersama gerbong ke dasar jurang.
Wakil Ketua BPD Lebong Tandai, Muhar, mengatakan peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba sehingga pengemudi tidak sempat menghindar.
“Tebing longsor tepat di jalur saat molek melintas, sehingga gerbong terjun. Seluruh logistik yang dibawa ikut jatuh,” ujar Muhar.
Pengemudi molek dilaporkan ikut terhempas dari gerbong saat kecelakaan terjadi. Korban telah berhasil dievakuasi warga dan tim di lapangan, meski kondisi terkininya belum dirinci lebih lanjut.
Longsor juga menyebabkan kerusakan serius pada jalur transportasi penghubung warga Lebong Tandai. Sekitar 12 meter rel dilaporkan putus dan hingga kini belum bisa difungsikan.
Pemerintah desa bersama BPBD Bengkulu Utara masih melakukan koordinasi penanganan darurat, termasuk percepatan perbaikan jalur agar aktivitas warga dan distribusi logistik ke Lebong Tandai kembali berjalan normal.





