Bengkulu – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Andy Suhary, mendorong Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mempercepat pengadaan sekaligus perbaikan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD M. Yunus Bengkulu, Kamis (4/6/26). Desakan itu muncul karena rumah sakit rujukan utama di Bengkulu dinilai perlu didukung fasilitas kesehatan yang lebih memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Andy, RSUD M. Yunus sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bengkulu sekaligus rumah sakit tipe B memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan daerah. Karena itu, ketersediaan alat kesehatan berteknologi tinggi seperti MRI menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
“Kita mendorong RS M. Yunus memiliki MRI karena alat ini sangat diperlukan dalam mendeteksi penyakit. Harus ada prioritas, karena kesehatan merupakan urusan yang sangat vital,” ujar Andy.
Ia menjelaskan, rumah sakit tipe B memiliki standar pelayanan tertentu yang harus dipenuhi, termasuk ketersediaan tenaga medis spesialis dan subspesialis serta dukungan sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap.
Selain melayani masyarakat secara langsung, RSUD M. Yunus juga berfungsi sebagai rumah sakit rujukan bagi rumah sakit tipe C dan tipe D yang tersebar di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
“Kalau pelayanan tidak dapat ditangani di rumah sakit tipe B, barulah pasien dirujuk ke rumah sakit tipe A di luar provinsi,” katanya.
Andy menilai keberadaan alat MRI sangat penting untuk mendukung proses diagnosis berbagai penyakit secara lebih cepat dan akurat. Karena itu, pengadaan alat tersebut harus menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor kesehatan pada tahun 2026.
“Makanya pada tahun 2026 ini pengadaan MRI harus dikebut. Jangan sampai masyarakat harus keluar daerah hanya untuk mendapatkan layanan pemeriksaan yang seharusnya bisa dilakukan di Bengkulu,” tegasnya.
Ia menambahkan, idealnya Provinsi Bengkulu memiliki setidaknya satu unit MRI yang dapat beroperasi secara optimal untuk melayani kebutuhan masyarakat dari seluruh daerah.
“Minimal se-Provinsi Bengkulu ini kita punya satu alat MRI,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini juga dikabarkan tengah mengupayakan perbaikan alat MRI yang ada agar kembali berfungsi dan dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan di RSUD M. Yunus sekaligus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Bengkulu.





