Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Kabut Asap Masih Cemar Kualitas Udara
Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Kabut Asap Masih Cemar Kualitas Udara - Foto Dok Antara

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Kabut Asap Masih Cemar Kualitas Udara

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

“Kita telah membentuk tim untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan saat ini situasinya dapat dikatakan terkendali. Namun, mengingat lahan kosong untuk pertanian sangat terbatas, kita juga telah melakukan penyuluhan di tingkat kelurahan serta melarang masyarakat untuk membakar sampah,” jelas Riduan dalam keterangan resmi di Bengkulu.

Riduan menambahkan bahwa upaya pencegahan ini merupakan bagian dari langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang tidak bersahabat. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan memprioritaskan kesehatan dengan menghindari aktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Bengkulu, Elfriza, turut memberikan imbauan kepada masyarakat. Ia menekankan agar tidak membakar sampah, terutama pada kondisi udara yang kering dan tanpa hujan. Elfriza juga mendorong agar masyarakat rajin melakukan uji emisi kendaraan guna mengurangi kontribusi terhadap pencemaran udara.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah, apalagi saat ini udara lagi kering dan tidak ada hujan sehingga ditakutkan akan terjadi kebakaran yang menimbulkan polusi. Rajinlah mengetes emisi kendaraan agar tidak menyumbangkan pencemaran udara,” tandas Elfriza.

Kabut asap yang masih melanda Kota Bengkulu telah menjadi perbincangan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di dunia maya. Akun media sosial Instagram @bengkuluinfo menjadi saksi bisu dari respons netizen yang mencerminkan keprihatinan mereka terhadap kondisi udara yang kurang baik.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *