“Kabut asap di Kota Bengkulu masih berasal dari kabupaten atau provinsi tetangga. Titik api di Kota Bengkulu sudah terkendali, namun kondisi udara di Kota Bengkulu tetap terpengaruhi oleh kabut asap dari daerah tetangga,” ungkap Riduan dilangsir Antara News.
Riduan menambahkan bahwa kabut asap yang melanda Kota Bengkulu dalam beberapa waktu terakhir sebagian besar merupakan kiriman dari daerah lain, seperti kabupaten tetangga atau Provinsi Sumatera Selatan. Meskipun pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan titik api di wilayahnya, dampak dari kabut asap masih dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.
Dengan kondisi ini, DLH Kota Bengkulu berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi diri dari paparan udara yang buruk dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah. Tindakan ini dianggap sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat pencemaran udara.
Riduan juga menyampaikan optimisme bahwa dengan segera memasuki musim hujan pada awal November 2023, kabut asap yang melanda Kota Bengkulu dapat berkurang. Meskipun demikian, masyarakat tetap diingatkan untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran yang diberikan oleh pihak berwenang terkait kesehatan dan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Riduan, mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk menghindari aktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Langkah ini diambil menyusul kondisi kualitas udara yang buruk akibat kabut asap yang masih melanda wilayah tersebut.





