Dedy Wahyudi Instruksikan OPD Aktif Bermedia Sosial, Minimal Tiga Konten Setiap Pekan

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat strategi komunikasi publik dengan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkot menggelar Sosialisasi Pengelolaan Media Sosial Perangkat Daerah di Ruang Hidayah I, Rabu (22/7/2026), sebagai upaya memastikan seluruh program dan pelayanan pemerintah tersampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah dan Asisten I Alex Periansyah. Hadir seluruh kepala OPD, camat, lurah, serta operator media sosial di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Dalam arahannya, Dedy menegaskan setiap OPD, kecamatan, hingga kelurahan wajib mempublikasikan sedikitnya tiga konten setiap pekan. Menurutnya, media sosial harus menjadi sarana komunikasi publik yang mampu menampilkan berbagai program dan pelayanan pemerintah yang belum tentu terakomodasi oleh media arus utama.
“Pemerintah Kota ini kan kerjanya banyak. Masing-masing lurah kerja, camat kerja, kadis kerja. Tapi tidak semua kerja ini tersampaikan kepada publik. Selain dibantu teman-teman media mainstream, masing-masing redaksi punya kebijakan. Tetapi bagi Pemerintah Kota, semua kerja itu layak ditayangkan,” ujar Dedy.
Ia mencontohkan berbagai layanan cepat yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran maupun Satpol PP, seperti evakuasi ular, tawon, biawak, hingga membantu warga yang mengalami keadaan darurat. Menurutnya, aktivitas tersebut memiliki nilai edukasi dan perlu diketahui masyarakat melalui konten digital.
“Damkar itu banyak sekali. Damkar itu tawon, juga ular, biawak. Ini kan menarik, tapi tidak tersampaikan kepada publik. Maka saya minta masing-masing kita menjadi influencer, menyampaikan,” katanya.
Dedy juga meminta seluruh perangkat daerah mengubah pola penyajian konten. Video yang dipublikasikan tidak perlu berdurasi panjang, melainkan cukup satu hingga tiga menit dengan informasi yang jelas dan mengikuti tren media sosial.
“Video panjang-panjang orang enggak tonton, cukup 1 sampai 2 atau 3 menit paling banyak kalau memang butuh penjelasan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan untuk tidak menghasilkan konten informatif. Menurutnya, banyak aktivitas pelayanan publik yang dapat didokumentasikan tanpa membutuhkan biaya besar, mulai dari edukasi kepada masyarakat hingga penanganan persoalan ketertiban di lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu Nurlia Dewi mengatakan sosialisasi difokuskan pada praktik pengelolaan media sosial. Seluruh peserta dibekali materi strategi komunikasi berbasis komunitas, teknik pengambilan foto dan video, pengeditan konten, hingga optimalisasi Search Engine Optimization (SEO) dan pengelolaan platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, serta YouTube.
“Hari ini pesertanya diikuti oleh seluruh camat dan seluruh OPD, serta calon pengelola media sosial OPD yang nantinya akan ditetapkan melalui SK Sekretaris Daerah sehingga mempunyai tanggung jawab untuk membagikan informasi melalui media sosial,” ujar Nurlia.
Pemkot Bengkulu juga akan melakukan evaluasi terhadap keaktifan akun media sosial dan website resmi seluruh perangkat daerah. Hasil penilaian akan diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Agustus mendatang, disertai penghargaan bagi pengelola media sosial terbaik di tingkat OPD, kecamatan, dan kelurahan.
Menutup arahannya, Dedy mengingatkan seluruh aparatur sipil negara agar bijak menggunakan media sosial, baik akun pribadi maupun kedinasan. Ia meminta ASN menjaga etika bermedia sosial dan memanfaatkan platform digital sebagai ruang menyampaikan informasi positif serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.






