Bengkulu – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, meluncurkan gagasan ujian serentak bagi siswa SD dan SMP se-Kota Bengkulu. Kebijakan ini dinilainya sebagai terobosan untuk menghidupkan kembali semangat kompetisi akademik pasca dihapusnya Ujian Nasional (UN) oleh pemerintah pusat pada 2021.
Menurut Dedy, sejak UN digantikan dengan Ujian Sekolah (US) yang sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing sekolah, standar mutu pendidikan cenderung melemah. Hampir semua siswa dinyatakan lulus, tetapi motivasi belajar menurun, sementara sekolah tidak lagi terpacu mencetak prestasi terbaik.
“Ujian serentak ini mirip EBTANAS, tapi dimodifikasi sesuai konteks Kota Bengkulu. Ini bukan hanya evaluasi akademik, melainkan instrumen kompetisi sehat yang mendorong siswa lebih giat belajar, dan sekolah lebih terpacu meningkatkan kualitas,” ujar Dedy, Sabtu (13/9/25).
Ia menegaskan, Kota Bengkulu ingin menjadi pionir inovasi pendidikan yang bisa menjadi model nasional. “Kota Bengkulu ingin menjadi bandul inovasi pendidikan secara nasional. Sistem ujian serentak dua tahap ini bisa menjadi contoh dan pilot project bagi pusat untuk mendesain ulang standarisasi pendidikan. Saya ingin perubahan besar ini dimulai dari Bengkulu,” tegasnya.















