Kadis DKP Kota Bengkulu Jadi Tersangka Kasus Tabrak Lari, Wali Kota Nonaktifkan
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi (foto: dok Pemkot Bengkulu)

Dedy Minta Media Kritik Pemkot Secara Berimbang Saat Bukber dengan Wartawan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dari media terhadap Pemerintah Kota Bengkulu, asalkan disampaikan untuk kepentingan pembangunan dan tetap berimbang. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri buka puasa bersama “Bukber Besamo Manden Lamo” dengan para jurnalis Kota Bengkulu di Restoran Tanjung Karang, Kelurahan Tanah Patah, Minggu (15/3/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 45 wartawan tersebut, Dedy meminta insan pers tidak ragu memberitakan hal-hal yang perlu dikritisi di lingkungan Pemkot. Namun, ia juga mengingatkan agar capaian dan prestasi pemerintah daerah tetap mendapat ruang pemberitaan.

Alaku

“Dari dulu abang sampaikan, silakan kritik dan beritakan Pemkot kalau itu untuk kebaikan, namun tolong yang berimbang. Beritakan juga yang baik-baik, prestasi-prestasi juga diberitakan,” ujar Dedy di hadapan para jurnalis.

Dedy hadir didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu Tedy Cahyono juga turut hadir dalam agenda yang dikemas sebagai ajang silaturahmi antara Pemkot Bengkulu dan wartawan peliput pemerintah kota.

Perwakilan wartawan sekaligus penyelenggara kegiatan, Wahyu Anugrah, mengatakan buka puasa bersama itu digelar untuk mempererat hubungan antara insan pers dan Wali Kota Bengkulu. Menurutnya, kedekatan itu juga terasa karena Dedy diketahui berasal dari dunia jurnalistik.

“Tujuan buka puasa Manden Lamo bersama insan pers ini untuk menjalin silaturahmi dengan wali kota. Kita tahu beliau juga berasal dari dunia jurnalistik,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan, undangan sebenarnya ditujukan untuk lebih banyak jurnalis. Namun, keterbatasan waktu dan kapasitas tempat membuat jumlah peserta dibatasi.

“Sebenarnya kami ingin mengundang lebih banyak rekan-rekan wartawan, namun karena keterbatasan waktu dan tempat, hanya sekitar 45 wartawan yang bisa hadir,” ujarnya.

Dalam suasana santai, Wahyu juga menyampaikan permohonan maaf menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada Wali Kota dan jajaran Pemkot Bengkulu. Ia menyebut momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan media.

“Kami juga mengucapkan menjelang Lebaran Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin, terutama kepada wali kota dan sekda,” tambahnya.

Dedy mengaku senang bisa kembali berkumpul dengan para wartawan. Ia bahkan menyebut pertemuan itu membangkitkan suasana lama saat dirinya masih aktif di dunia jurnalistik.

“Jujur saya tidak merasa sedang bertemu dengan teman-teman media, tapi seperti sedang proyeksi berita. Abang kangen kalian semua adik-adikku,” ujar Dedy.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini membantu menyampaikan berbagai program dan kegiatan Pemkot Bengkulu kepada masyarakat. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi pemerintah dengan publik.

“Terima kasih sudah membantu pemerintah kota, terutama dalam membantu mengekspos semua kegiatan-kegiatan pemerintah kota,” katanya.

Suasana hangat dalam buka puasa bersama itu juga diwarnai momen tak terduga saat seorang pengamen datang ke lokasi ketika para wartawan dan wali kota tengah menikmati hidangan berbuka. Alih-alih hanya mendengarkan, Dedy justru mengajak pengamen tersebut duduk dan makan bersama.

Keakraban berlanjut ketika sejumlah wartawan meminjam gitar milik pengamen itu dan bernyanyi bersama. Setelah acara utama selesai, Dedy kembali memanggil pengamen tersebut saat sesi foto bersama di halaman restoran.

Wali kota lalu memberi tantangan kepada pengamen itu untuk mengiringi lagu Mars Kota Bengkulu yang dinyanyikan para wartawan. Tantangan itu disambut antusias, dan suasana halaman restoran berubah menjadi panggung kebersamaan yang meriah.

Usai lagu selesai dinyanyikan, Dedy memberikan uang tip kepada pengamen tersebut sebagai bentuk apresiasi atas hiburan yang diberikan. Momen itu menutup agenda buka puasa bersama yang tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempertegas komitmen Pemkot Bengkulu menjaga sinergi dengan insan pers.

Gambar Gravatar
Penulis dan wartawan berita daerah dan nasional yang mengikuti berbagai isu regional, peristiwa lapangan, serta kabar terkini dari wilayah dengan pendekatan jurnalistik yang akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *