Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan penting, mulai dari alat kesehatan, santunan biaya pengobatan warga kurang mampu, hingga pemenuhan kebutuhan dasar harian. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan beasiswa pendidikan bagi siswa kurang mampu serta dukungan operasional bagi guru ngaji dan pejuang agama.
Di sektor ekonomi, bantuan diberikan dalam bentuk modal usaha berupa gerobak dagang, etalase, dan bantuan tunai bagi pelaku UMKM. Program tanggap darurat juga disiapkan untuk membantu warga dalam kondisi ibnu sabil atau kehabisan biaya saat dalam perjalanan.
Habib menegaskan seluruh dana zakat dan sedekah disalurkan sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. “Zakat dan sedekah ini memiliki nilai yang sangat penting dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami terus berupaya menjaga amanah ini agar kemiskinan di Kota Bengkulu dapat terus ditekan,” ujarnya, Selasa (3/2/26).
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu dan BAZNAS berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi pijakan bagi kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat karakter Kota Bengkulu sebagai kota yang peduli dan berkeadilan sosial.














