Bengkulu – Upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperbaiki kualitas hidup warga berpenghasilan rendah terus dipercepat melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni yang menyasar puluhan kelurahan di wilayah Kota Merah Putih.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menargetkan perbaikan 87 unit RTLH sebagai bagian dari langkah konkret menekan kemiskinan ekstrem sekaligus memperbaiki sanitasi lingkungan permukiman warga.
Program bedah rumah ini digulirkan sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat akan hunian yang aman, sehat, dan layak, terutama bagi warga yang selama ini tinggal di rumah berdinding rapuh atau masih beralaskan tanah.
Pelaksanaannya tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, tetapi juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Sinergi dilakukan bersama instansi pemerintah, unsur kepolisian, hingga dukungan sektor swasta seperti Real Estate Indonesia untuk mempercepat realisasi pembangunan.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi utama agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Setiap rumah yang masuk dalam daftar penerima memperoleh bantuan stimulan yang digunakan untuk pengadaan material bangunan serta pembayaran upah tukang.
Melalui skema perumahan swadaya, bantuan tersebut diarahkan agar rumah warga dapat bertransformasi menjadi bangunan permanen atau semi permanen yang lebih kokoh dan layak huni.
Program ini juga mencerminkan arah kebijakan kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing pada awal masa jabatan periode 2025–2030, yang dikenal aktif turun langsung meninjau kondisi rumah warga di berbagai titik Kota Bengkulu.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Kota Bengkulu yang harus tinggal di rumah yang tidak layak, bahkan ada yang masih beralaskan tanah. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai pemimpin untuk memberikan solusi nyata,” ujar Dedy, Selasa (3/2/25).
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh warga penerima. Jhon Apriadi, warga Kelurahan Beringin Raya, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima keluarganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Walikota dan Wakil Walikota. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami untuk memiliki rumah yang lebih pantas untuk ditempati,” ungkapnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, integrasi berbagai program sosial termasuk bedah rumah menunjukkan dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan hingga awal 2026. Dengan sisa target yang masih berjalan, Pemkot Bengkulu optimistis penataan kawasan kumuh dapat dituntaskan secara bertahap.





