Binanto Serap Aspirasi Warga Desa Pandan, Infrastruktur dan Penambahan Tiang Listrik Jadi Prioritas

Seluma – Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Fraksi Gerindra, Binanto, S.Pd., menggelar kegiatan reses di Desa Pandan, Kecamatan Seluma Utara, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang dinilai sebagai kebutuhan prioritas di wilayah mereka.
Berbagai usulan yang disampaikan warga didominasi pembangunan infrastruktur, baik untuk menunjang aktivitas masyarakat maupun meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Binanto mengatakan, aspirasi yang diterimanya antara lain pembangunan dan perbaikan jembatan gantung, peningkatan jaringan irigasi, serta pembangunan siring atau drainase. Menurutnya, infrastruktur tersebut sangat penting untuk memperlancar akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas pertanian.
“Mayoritas aspirasi masyarakat memang berkaitan dengan infrastruktur umum dan pertanian. Mulai dari jembatan gantung, irigasi, hingga siring yang memang menjadi kebutuhan warga,” ujar Binanto.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan keterbatasan jaringan listrik di sejumlah desa di Kecamatan Seluma Utara. Warga berharap adanya penambahan tiang listrik agar pelayanan listrik dari PLN dapat lebih optimal.
Menanggapi hal tersebut, Binanto mengungkapkan bahwa usulan penambahan tiang listrik telah diajukan kepada pihak PLN. Ia memastikan akan terus mengawal proses tersebut hingga dapat direalisasikan.
“Proposalnya sudah masuk ke PLN. Saya akan terus berkoordinasi dan mengawal usulan ini agar penambahan tiang listrik dapat segera direalisasikan karena sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kabupaten Seluma, baik melalui pembahasan APBD maupun koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Menurut Binanto, reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga program pembangunan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Kami ingin memastikan setiap aspirasi masyarakat tidak hanya dicatat, tetapi juga diperjuangkan dan dikawal hingga ada tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun instansi terkait,” pungkasnya.






