Bengkulu – Alat peraga kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, Helmi-Mian, yang terpasang di lokasi Simpang Harapan, Kota Bengkulu, menjadi sasaran perusakan. Kejadian tersebut terjadi pada siang hari dan direkam oleh seorang pengendara. Dalam video berdurasi 11 detik itu, terlihat seseorang yang mengenakan kerudung merah muda, baju berwarna krem, dan celana panjang merah dengan membawa bungkusan mirip tas berwarna hitam.
Dari sosok yang terekam dalam video tersebut, pelaku diperkirakan menggunakan kostum badut. Melihat tenaga yang digunakan saat merobohkan alat peraga kampanye Helmi-Mian, pelaku kemungkinan seorang laki-laki.
Alat Peraga Dirusak Secara Terorganisir
Alat peraga kampanye pasangan Helmi-Mian dipasang di median jalan, berdampingan dengan atribut partai politik Golkar dan PKS. Menurut Riswan, Kepala Sekretariat Partai Amanat Nasional, perusakan ini membuktikan bahwa pasangan Helmi-Mian memiliki dukungan dan cinta dari masyarakat. “Ini adalah aksi dari orang yang sayang dan cinta dengan pasangan Helmi-Mian untuk menjadi Gubernur Baru Bengkulu,” ungkap Riswan.
Namun, perusakan alat peraga kampanye Helmi-Mian tidak hanya terjadi di satu lokasi saja. Tim liputan InfoBengkulen menemukan bahwa perusakan baliho alat peraga kampanye ini dilakukan secara menyeluruh di beberapa lokasi, yang menimbulkan dugaan bahwa tindakan ini terorganisir. “Ini sangat masif dan diperkirakan terorganisir, karena tidak hanya satu lokasi,” ujar Donny Osmond, aktivis ’98 dan salah satu tim pemenangan Helmi-Mian.
Dugaan Aksi Terorganisir untuk Merusak Alat Peraga Kampanye
Kejadian ini menarik perhatian publik karena skala dan metode perusakan yang terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan. Pihak-pihak yang terkait dengan kampanye Helmi-Mian menganggap tindakan ini sebagai upaya sistematis untuk menggagalkan upaya sosialisasi pasangan calon tersebut di masyarakat.
Aktivis dan tim pemenangan Helmi-Mian menduga bahwa ada pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam aksi perusakan ini dengan tujuan untuk merusak citra pasangan calon yang mereka dukung. “Kami melihat ini sebagai tindakan yang sudah direncanakan dengan baik, mengingat alat peraga dirusak di berbagai lokasi,” kata Donny Osmond.
Respons Publik dan Upaya Klarifikasi
Tindakan perusakan ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari masyarakat yang mendukung pasangan Helmi-Mian. Mereka mengecam aksi tersebut dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki dan mengambil tindakan terhadap pelaku perusakan.
Kejadian ini juga mendorong partai dan tim pemenangan Helmi-Mian untuk memperkuat strategi sosialisasi mereka di tengah tantangan yang dihadapi. Meskipun menghadapi hambatan, mereka tetap optimis akan meraih dukungan kuat dari masyarakat Bengkulu dalam pemilihan yang akan datang.





