Atasi Maraknya Geng Motor, Pj Wali Kota Bengkulu Minta Kepsek Tingkatkan Pengawasan Siswa
Ilustrasi Geng Motor (Foto: dok. canva)

Warga Curup Resah Geng Motor di Pasar Malam, Polisi Didesak Bertindak Tegas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Rejang Lebong – Meningkatnya aksi geng motor bersenjata tajam di kawasan pasar malam HUT Kota Curup memicu keresahan warga Kabupaten Rejang Lebong. Sejumlah masyarakat mulai melayangkan protes dan mendesak aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas demi menjaga keamanan ruang publik.

Kekhawatiran warga mencuat setelah dua pemuda, Iksan (22) dan Agung (20), warga Kelurahan Talang Rimbo Baru, menjadi korban penyerangan sekelompok remaja bermotor di kawasan Lapangan Setia Negara, Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban mengaku diserang secara tiba-tiba saat tengah menikmati suasana pasar malam. Sekitar 20 remaja bermotor disebut datang dengan wajah tertutup helm dan kain sebelum melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

“Mereka secara brutal langsung nyerang pakai pisau dari atas motor,” ujar Iksan.

Dalam upaya menyelamatkan diri, korban bersama rekannya berlari menuju Jalan Iskandar Ong. Namun salah satu korban tetap terkena sabetan senjata tajam di bagian pinggang.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi keamanan di area pasar malam yang setiap malam dipadati pengunjung. Santiago, salah seorang warga Curup, meminta aparat kepolisian segera meningkatkan pengamanan agar masyarakat kembali merasa aman.

“Kami berharap polisi segera menindaklanjuti kejadian ini agar masyarakat tetap merasa aman saat berada di area pasar malam,” katanya.

Kritik juga datang dari seorang tokoh agama berinisial L yang menilai keberadaan pasar malam di Rejang Lebong kini terlalu sering digelar dan mulai memunculkan dampak sosial yang meresahkan.

“Sekarang Rejang Lebong sudah identik dengan pasar malam. Ada hari besar, HUT Curup, sampai kegiatan nasional pasti ada pasar malam. Bahkan tidak ada kegiatan besar pun tetap buka,” ujarnya.

Ia menyoroti maraknya aktivitas remaja yang berkumpul hingga larut malam dan diduga menjadi pemicu munculnya aksi geng motor, balap liar, hingga kepemilikan senjata tajam di kalangan anak muda.

“Dulu tidak ada geng motor di sini. Sekarang mulai muncul. Anak-anak remaja izin keluar rumah dengan alasan ke pasar malam, akhirnya berkumpul dan terjadi hal-hal yang meresahkan,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya, termasuk ibu rumah tangga yang mengaku mulai khawatir membawa keluarga ke pasar malam karena situasi keamanan yang dinilai semakin tidak terkendali.

Warga berharap aparat keamanan bersama pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap pengamanan kawasan pasar malam agar aksi kriminalitas dan kekerasan jalanan tidak terus berulang di ruang publik Kabupaten Rejang Lebong.

Gambar Gravatar
Penulis berita daerah yang rutin mengulas perkembangan regional, kabar masyarakat, dan berbagai peristiwa lokal secara cepat, akurat, dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *