Tujuh Mayat Remaja Ditemukan di Kali Bekasi, Diduga Ceburkan Diri Hindari Patroli Polisi
Tujuh Mayat Remaja Ditemukan di Kali Bekasi, Diduga Ceburkan Diri Hindari Patroli Polisi

Tujuh Mayat Remaja Ditemukan di Kali Bekasi, Diduga Ceburkan Diri Hindari Patroli Polisi

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bekasi – Penemuan tujuh jenazah remaja laki-laki di Kali Bekasi, Kota Bekasi, menghebohkan warga pada Minggu pagi. Ketujuh korban ditemukan dalam kondisi wajah membengkak dan sudah membusuk. Saat ini, jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.

Kepala BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, menjelaskan bahwa penemuan pertama dilaporkan oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB di belakang Masjid Al Ikhlas, Jatirasa, Jatiasih. Sebelumnya, dua saksi yang sedang berjalan di dekat lokasi bersama komunitas pencinta kucing menemukan lima mayat mengambang di kali tersebut. Tak lama kemudian, ditemukan lagi dua mayat di area yang sama.

Dugaan Menceburkan Diri Karena Patroli Polisi

Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, menduga bahwa para korban menceburkan diri ke kali karena ketakutan saat ada patroli polisi di sekitar lokasi. Pada Sabtu dini hari, polisi memang sempat membubarkan sekelompok remaja yang berkumpul di kawasan tersebut. Tiga dari 15 orang yang diamankan polisi diketahui membawa senjata tajam.

Pihak kepolisian masih mendalami peristiwa ini dan melibatkan Propam serta Kompolnas untuk menyelidiki lebih lanjut. Informasi awal menyebutkan bahwa para remaja berkumpul untuk merayakan ulang tahun, meski polisi meragukan alasan tersebut, mengingat adanya temuan senjata tajam di lokasi.

Tidak Ditemukan Luka Pada Tubuh Korban

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ada luka yang ditemukan pada tubuh ketujuh korban. Meski begitu, polisi masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Pihak RS Polri menduga bahwa jenazah tersebut telah terendam air selama sekitar 24 jam, mengingat kondisi tubuh yang sudah mulai membusuk.

Polisi juga telah menelusuri sepanjang Kali Bekasi hingga Minggu sore, namun tidak menemukan mayat lainnya. Operasi penyisiran tersebut melibatkan Basarnas dan BPBD setempat.

Kesaksian Warga: Konvoi Motor Bersenjata Tajam

Salah seorang saksi, Aldo, mengaku sempat melihat konvoi motor sebanyak 25 kendaraan yang membawa senjata tajam sebelum kejadian. Menurutnya, sekelompok pengendara motor tersebut diteriaki “begal” oleh warga sekitar, yang menyebabkan beberapa dari mereka melompat ke kali.

Polisi masih mendalami apakah insiden ini terkait dengan aksi tawuran yang sering terjadi di wilayah Polda Metro Jaya, yang sering kali melibatkan remaja dan menyebabkan korban jiwa.

Penutupan Pencarian

Pihak Basarnas telah menyatakan bahwa operasi pencarian korban tambahan di kali tersebut telah ditutup. Meski begitu, mereka akan kembali melakukan pencarian jika ada laporan baru terkait korban yang hilang.

Kesimpulan

Penemuan tujuh jenazah di Kali Bekasi menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya tindak kekerasan di kalangan remaja, termasuk aksi tawuran yang sering terjadi di wilayah Jabodetabek. Pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *