Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026. (Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari setelah Washington dan Teheran disebut menggelar pembicaraan intensif dalam dua hari terakhir.

Keputusan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Senin (23/3/2026), menyusul ancaman sebelumnya untuk menyerang fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Dalam pernyataannya, Trump menyebut komunikasi kedua negara berlangsung “sangat baik dan produktif”.

“Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah,” tulis Trump, seperti dikutip CNN dan dilansir Detik.

Trump mengatakan penundaan serangan itu diambil setelah melihat “nada dan isi” dari pembicaraan yang sedang berlangsung. Ia menyebut instruksi sudah diberikan kepada Departemen Perang AS untuk menunda seluruh operasi militer terhadap pembangkit listrik dan jaringan energi Iran selama lima hari.

“Berdasarkan sentuhan dan nada dari percakapan mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu ini, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” lanjut Trump.

Langkah itu menjadi perubahan tajam dari sikap Trump beberapa hari sebelumnya. Pada Jumat (20/3), ia masih menegaskan tidak tertarik pada opsi gencatan senjata meski membuka ruang dialog dengan Iran.

“Kita bisa berdialog, tetapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata,” kata Trump saat itu.

Di sisi lain, Iran sebelumnya merespons ultimatum Washington dengan nada keras. Juru bicara markas besar pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, bahkan melontarkan sindiran terbuka kepada Trump menjelang tenggat pembukaan penuh Selat Hormuz.

“Hey Trump, You’re fired! Anda sudah familiar dengan kalimat ini. Terima kasih atas perhatian Anda pada masalah ini,” ujar Zolfaghari dalam video berbahasa Inggris yang dikutip Al Jazeera.

Pernyataan itu merujuk pada slogan ikonik Trump saat memandu acara televisi The Apprentice. Di tengah perang urat saraf tersebut, Iran juga menegaskan akan melancarkan serangan balasan keras jika AS tetap menyerang jaringan listrik dan energi negara itu.

Pengumuman penundaan serangan langsung mengguncang pasar energi global. Mengutip Reuters, harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Senin (23/3), setelah pasar merespons peluang meredanya ketegangan antara AS dan Iran.

Harga minyak mentah Brent berjangka tercatat turun sekitar US$17 atau sekitar 15 persen ke level US$96 per barel pada pukul 11.08 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$13 atau sekitar 13,5 persen ke level terendah sesi di US$85,28.

Meski anjlok tajam, harga minyak masih bertahan sekitar sepertiga lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Hingga kini, belum ada kepastian apakah Iran menyetujui versi pembicaraan yang disampaikan Trump.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *