Sultan B. Najamuddin Dorong Kampus Tetap Kritis Kawal Demokrasi dan Indonesia Emas
Ketua Sultan B. Najamuddin saat memberikan kuliah umum bertajuk “Green Demokrasi: Arah Masa Depan Demokrasi Indonesia” di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Senin (11/5/2026).(foto:awang)

Sultan B. Najamuddin Dorong Kampus Tetap Kritis Kawal Demokrasi dan Indonesia Emas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Ketua Sultan B. Najamuddin menegaskan kampus harus tetap menjadi ruang kritis dalam mengawal arah demokrasi Indonesia. Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum bertajuk “Green Demokrasi: Arah Masa Depan Demokrasi Indonesia” di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Senin (11/5/2026).

Kuliah umum yang berlangsung di lantai 6 Gedung Hasan Din itu dihadiri ratusan mahasiswa dan civitas akademika. Dalam forum tersebut, Sultan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya gagasan dan penguatan peradaban demokrasi.

“Bagi saya, kampus adalah laboratorium ilmu pengetahuan sekaligus ruang membangun peradaban demokrasi. Dari denyut kampus, kita bisa melihat dinamika sosial politik yang terjadi di daerah hingga tingkat nasional,” ujar Sultan.

Senator asal Bengkulu itu juga menyoroti posisi strategis mahasiswa dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Menurut dia, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki mental, kemampuan, dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kalau kita ingin menyambut Indonesia Emas 2045, maka mahasiswa hari ini harus semakin percaya diri, terlatih, dan yakin bahwa mereka mampu menjadi bagian dari puncak kemajuan bangsa,” katanya.

Sultan menilai kritik dari kalangan kampus tetap dibutuhkan dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan mahasiswa tidak berhenti pada penolakan semata, melainkan dibarengi solusi dan gagasan yang konstruktif.

“Kampus harus tetap kritis. Kritik yang disampaikan akan lebih bermakna jika disertai ide dan solusi untuk penyelesaian masalah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sultan turut menyinggung komitmennya memperjuangkan sejumlah pembangunan prioritas di wilayah Sumatera Bagian Selatan, termasuk Bengkulu. Ia menyebut proyek jalan tol, pengembangan pelabuhan, hingga program bedah rumah tetap menjadi perhatian meski terdapat penyesuaian kebijakan nasional.

“Saya sebagai putra Bengkulu tentu akan terus mendorong program-program prioritas agar pembangunan daerah tetap berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Susianto, berharap pemerintah dapat memperluas akses bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurut dia, jumlah penerima bantuan masih jauh dari kebutuhan mahasiswa di kampus tersebut.

“Kami berharap ada dukungan agar lebih banyak mahasiswa mendapatkan beasiswa. Alhamdulillah, Ketua DPD RI siap membantu penambahan alokasi beasiswa,” kata Susianto.

Ia menambahkan, UMB saat ini juga tengah mendorong pengembangan kawasan kopi seluas 12 ribu hektare di Bengkulu melalui kerja sama dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar memiliki legalitas serta kualitas ekspor.

Kuliah umum berlangsung interaktif dan disambut antusias mahasiswa. Suasana kegiatan semakin meriah karena bertepatan dengan hari ulang tahun Sultan B. Najamuddin, yang turut membagikan voucher belanja elektronik kepada mahasiswa yang hadir.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *