Jakarta, Alaku News – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Taufik Madjid, mengunjungi Desa Jarakore di Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada hari Jumat (6/10/2023) lalu. Dalam kunjungan kerjanya, Sekjen Kemendes, Taufik Madjid menyampaikan apresiasi kepada desa-desa yang telah menunjukkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan potensi desa mereka.
Turut hadir dalam kunjungan ini adalah Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, Kadis PMD Halbar, Sonny Balatja, dan Ketua DPRD Halbar, Charles R. Gustan.
Sekjen Kemendes Taufik Madjid mengungkapkan bahwa desa-desa yang memiliki inovasi dan kreativitas yang luar biasa akan mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Desa. Langkah-langkah dalam melaksanakan kebijakan untuk meningkatkan kemandirian desa akan semakin mudah bagi desa-desa yang berprestasi dalam bidang ini.
“Demplot hari ini akan ditambah yang lain, akan ada bantuan lainnya. Yang penting torang (kita) punya akal jalan punya inisiatif kreatifitas jangan sampai torang lupa,” kata Taufik Madjid dalam keterangan tertulis dilangsir detiknews yang diterbitkan pada jumat (6/10/2023).
Selain itu Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, kembali menegaskan pentingnya kecepatan dan gesit dalam upaya pembangunan negara. Beliau mengungkapkan gagasan ini saat memberikan pidato dalam sebuah acara terkait Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
“Negara manapun bukanlah ukuran yang besar atau kecil yang menentukan kemenangan, tetapi orang yang cepat yang akan mengalahkan yang lambat. Makanya, kita harus gerak cepat dan harus gesit,” ujar Presiden Jokowi dengan penuh semangat.
Desa Jarakore, yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Program TEKAD, telah menunjukkan potensi luar biasa dalam mengembangkan ekonomi kampung terpadu. Salah satu hasil dari program ini adalah produksi ikan nila yang telah berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat setempat secara signifikan.
Program TEKAD sendiri telah dilaksanakan di lima provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama dari program ini adalah untuk mempercepat pembangunan di wilayah Indonesia Timur, khususnya dalam sektor pangan.
Melalui kerja sama antara Kemendes PDTT dan IFAD, program ini telah memberikan dorongan besar bagi desa-desa di wilayah tersebut untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka. Hasil positif yang telah dicapai di Desa Jarakore menjadi bukti bahwa dengan gerak cepat dan semangat yang tinggi, potensi ekonomi di desa-desa Indonesia Timur dapat terus berkembang.
Presiden Jokowi mengakhiri pidatonya dengan mengingatkan pentingnya tindakan cepat dan gesit dalam upaya mencapai pembangunan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia berharap agar semangat program TEKAD dapat terus mewarnai upaya-upaya pembangunan di seluruh negeri, sehingga Indonesia bisa terus maju dan berkembang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Taufik Madjid, dengan tegas mengingatkan masyarakat untuk tetap bersatu dan kompak dalam menjalankan program-program pembangunan desa. Pernyataan ini disampaikan oleh Taufik Madjid dalam kunjungannya ke Desa Jarakore, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, sebagai bagian dari Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Sekjen Kemendes, Taufik Madjid menekankan pentingnya kekompakan dan sikap gotong royong dalam masyarakat sebagai kunci utama untuk meraih kesuksesan dalam melaksanakan berbagai inovasi yang bertujuan untuk mencapai kemandirian desa. Dia menyatakan bahwa hanya dengan bersatu dan bekerja sama, masyarakat dapat memajukan ekonomi desa mereka.
“Harus kompak untuk mendapatkan bantuan majukan ekonomi. Mau apapun agama, suku, pokoknya kompak. Kompak dulu, nanti baru dapat bantuan, baru dapat program,” tegas Taufik Madjid.
Kepala Kementerian Desa ini juga menyoroti pentingnya kesatuan di tengah perbedaan, mengingat Indonesia adalah negara dengan beragam budaya, agama, dan suku bangsa. Namun, pesan dari Taufik Madjid adalah bahwa kekompakan dan gotong royong harus menjadi nilai-nilai yang bersama-sama dianut oleh semua masyarakat demi kemajuan bersama.
Dalam konteks Program TEKAD, Desa Jarakore telah menjadi salah satu contoh sukses dalam menerapkan nilai-nilai tersebut. Gotong royong dan kerjasama antarwarga telah memungkinkan desa ini untuk mencapai tingkat keberhasilan yang luar biasa dalam meningkatkan perekonomian mereka, seperti produksi ikan nila yang telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Kunjungan Taufik Madjid ke Desa Jarakore juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia untuk mengikuti jejak mereka dalam mewujudkan kemandirian desa melalui kerja sama, gotong royong, dan kekompakan yang tinggi. Dengan semangat bersatu, masyarakat desa di seluruh negeri diharapkan akan mampu mencapai kemajuan yang lebih baik dan berkelanjutan.





