Bengkulu – Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu mencatat perkembangan pesat dalam lima tahun terakhir dan kini kian diminati pasien dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing saat memberikan arahan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 RSHD Kota Bengkulu.
Menurut Dedy, lonjakan jumlah pasien dari luar Kota Bengkulu menjadi indikator meningkatnya kualitas layanan rumah sakit milik pemerintah kota tersebut. Ia menyebut, RSHD saat ini tidak hanya menjadi andalan warga kota, tetapi juga masyarakat dari sejumlah kabupaten.
“Lima tahun terakhir, alhamdulillah rumah sakit kita justru menjadi rebutan masyarakat untuk dirawat di sini. Padahal idealnya, rujukan dari kabupaten itu ke rumah sakit provinsi. Namun faktanya hari ini, masyarakat dari Rejang Lebong, Mukomuko, hingga Kaur justru memilih berobat ke RSHD,” ujar Dedy.
Ia menilai kecenderungan tersebut mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap mutu pelayanan, kelengkapan fasilitas, serta kualitas sumber daya manusia di RSHD. Berbagai pembenahan dan pengembangan yang dilakukan manajemen rumah sakit disebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Bengkulu, lanjutnya, berkomitmen terus memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan infrastruktur, penyediaan peralatan medis, dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan agar pelayanan yang diberikan semakin optimal dan profesional.
Dengan capaian itu, RSHD Kota Bengkulu diharapkan terus mengukuhkan diri sebagai rumah sakit rujukan regional sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bengkulu.





