Alaku

Riki Ardiansyah Pimpin FAJI Bengkulu, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas Baru

Riki Ardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bengkulu periode 2026–2030 melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) di Aula Dispora Provinsi Bengkulu, Sabtu (8/8/2026). (dok:istimwea)

Bengkulu – Riki Ardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bengkulu periode 2026–2030 melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) di Aula Dispora Provinsi Bengkulu, Sabtu (8/8/2026). Kepengurusan baru langsung dihadapkan pada tuntutan memperkuat pembinaan atlet agar arung jeram Bengkulu tidak berhenti sebagai olahraga wisata, tetapi mampu menghasilkan prestasi hingga tingkat nasional.

Penetapan Riki dituangkan dalam Keputusan Musorprovlub FAJI Bengkulu Tahun 2026. Keputusan yang ditetapkan di Bengkulu pada 8 Agustus 2026 itu ditandatangani Presidium Sidang Eddy Candra, Onggi, dan Victor Ambari.

Musorprovlub diikuti perwakilan Pengkab FAJI Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, serta caretaker FAJI Bengkulu Utara, Lebong, dan Seluma. Forum tersebut juga dihadiri Wakil Ketua KONI Provinsi Bengkulu Affan bersama jajaran, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Provinsi Bengkulu Julian Wijaya, Edi Chandra dari PB FAJI, perwakilan Basarnas, serta mahasiswa pencinta alam dari sejumlah perguruan tinggi.

Wakil Ketua KONI Provinsi Bengkulu Affan mengatakan kepengurusan baru FAJI memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki capaian prestasi. Menurutnya, status FAJI sebagai anggota KONI membuat pembinaan prestasi menjadi tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.

“FAJI tidak boleh hanya aktif sebagai olahraga wisata. Sebagai anggota KONI, wajib memiliki konsep pembinaan prestasi yang jelas,” tegas Affan.

KONI mendorong FAJI segera menyusun pola pembinaan atlet dan berkoordinasi dengan bidang prestasi. Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi salah satu momentum awal, sebelum pembinaan diarahkan menuju Pra-PON 2027.

Riki sendiri menargetkan kepengurusan barunya tidak hanya membenahi organisasi, tetapi juga memperluas pengembangan arung jeram, wisata alam, dan kegiatan kebencanaan di Bengkulu. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus menyusun program kerja.

Karena arung jeram belum menjadi cabang resmi dalam Porprov Bengkulu, Riki berencana menggunakan format eksibisi sebagai ruang awal untuk menjaring atlet. “Karena arung jeram belum masuk cabang di Porprov, kami akan membuat eksibisi. Dari eksibisi itu diharapkan muncul atlet-atlet yang bisa dibina untuk kompetisi berikutnya,” ujar Riki.

Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional. Atlet Bengkulu diproyeksikan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) arung jeram di Bali sebagai kesempatan mengukur kemampuan sekaligus membawa nama daerah di pentas nasional.

Di sisi lain, Bengkulu memiliki potensi sungai yang dapat dikembangkan untuk olahraga sekaligus wisata. Kawasan Air Manna menjadi salah satu wilayah yang dinilai potensial, sementara sejumlah operator arung jeram telah berkembang di Lebong, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Selatan.

Di Lebong terdapat Arus Ketahun dan Lebong Rafting, sedangkan Bengkulu Utara memiliki Tugukiter Rafting di Sungai Air Lais. Adapun di Bengkulu Selatan terdapat Kliki Rafting dan Air Manak Rafting di kawasan Sungai Air Manak Ulu.

Dengan terpilihnya Riki secara aklamasi, FAJI Bengkulu memasuki periode kepengurusan baru dengan dua agenda yang berjalan beriringan: membangun organisasi dan mengangkat prestasi atlet. Tantangannya kini adalah membuktikan potensi arung jeram Bengkulu dapat berkembang dari sekadar aktivitas wisata menjadi sumber prestasi olahraga daerah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan