Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membeberkan sejumlah program yang disiapkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen, dengan fokus utama pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya beli masyarakat.
Target tersebut disampaikan di tengah laju ekonomi nasional yang masih bertahan di kisaran 5 persen. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,11 persen.
Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dikutip Selasa (24/3/2026), Prabowo mengatakan strategi pemerintah bertumpu pada program-program yang dinilai mampu memicu aktivitas ekonomi secara luas, mulai dari desa, sektor pangan, perumahan, hingga pendidikan.
Salah satu yang diandalkan ialah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Prabowo, program itu akan ditopang oleh ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun di berbagai daerah.
“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, dampak MBG tidak hanya datang dari tenaga kerja di dapur SPPG. Setiap unit disebut akan melibatkan 5 hingga 10 vendor pemasok kebutuhan seperti telur, buah, daging, dan bahan pangan lain, yang ikut membuka lapangan kerja tambahan.
“Bila setiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 orang. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa. Dengan target 80 ribu koperasi dan asumsi masing-masing mempekerjakan sekitar 18 orang, program ini disebut berpotensi menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja baru.
Prabowo menilai keberadaan koperasi desa juga akan memperpendek rantai pasok barang ke wilayah pedesaan sekaligus membantu pemasaran hasil bumi masyarakat. Selain menciptakan pekerjaan, program itu disebut memberi efek ekonomi langsung di tingkat akar rumput.
Untuk sektor kelautan, pemerintah mengandalkan program Kampung Nelayan Merah Putih. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 kampung nelayan, dengan harapan produktivitas dan kesejahteraan nelayan ikut terdongkrak.
Prabowo menyebut hasil uji coba di Biak menunjukkan peningkatan pendapatan nelayan. “Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60% sampai 80%,” kata dia.
Program lain yang disebut menjadi mesin besar penyerapan tenaga kerja adalah pembangunan 3 juta rumah. Menurut Prabowo, setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja, sehingga pembangunan 1 juta rumah pada tahap awal saja bisa menyerap jutaan tenaga kerja.
“1 juta rumah aja udah 5 juta orang kerja. Tukang batu, kayu, listrik, dan lain-lain. Perumahan ini juga menciptakan 72 turunan perusahaan, linkagenya, bikin satu rumah kita butuh kabel pipa, dan lain-lain,” paparnya.
Selain sektor riil, Prabowo menekankan pemerintah juga menyiapkan pembenahan sumber daya manusia melalui percepatan renovasi sekolah. Pemerintah menargetkan perbaikan 300 ribu sekolah dalam lima tahun, disertai digitalisasi pembelajaran melalui distribusi interactive flat panel ke sekolah-sekolah.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi mendasar di sektor pendidikan untuk memperkuat kualitas SDM. “Ini lompatan-lompatan besar kita dalam langkah memperbaiki human capital,” tegas Prabowo.
Ia meyakini rangkaian program itu akan menjadi pendorong utama ekonomi nasional dalam jangka menengah. “This is the big booster for economy. Everything is based on evidence saya minta waktu kepada rakyat, kepada masyarakat. Saya buktikan sampai 2029,” ujar Prabowo.





