Pesantren Didukung Jadi Motor Ekonomi, Program BSI Peternakan Bebek Diresmikan di Musi Rawas
Pesantren Didukung Jadi Motor Ekonomi, Program BSI Peternakan Bebek Diresmikan di Musi Rawas

Pesantren Didukung Jadi Motor Ekonomi, Program BSI Peternakan Bebek Diresmikan di Musi Rawas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Musi Rawas – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi berbasis pesantren mendapat dukungan konkret melalui peresmian Program Pemberdayaan Pesantren BSI Usaha Peternakan Bebek Petelur di Kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kamis (29/01/2026). Program ini diproyeksikan menjadi model sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan keagamaan dalam mendorong ekonomi produktif masyarakat.

Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno menyampaikan apresiasi atas langkah Bank Syariah Indonesia yang menjadikan pesantren sebagai mitra strategis dalam penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, inisiatif tersebut selaras dengan arah pembangunan daerah yang mendorong kemandirian dan pemberdayaan masyarakat dari basis akar rumput.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan pribadi, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia yang telah menggagas program pemberdayaan pesantren ini. Program ini sejalan dengan upaya mendorong kemandirian pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui pengembangan usaha peternakan bebek petelur, Wabup menilai pesantren memiliki ruang besar untuk menanamkan nilai kewirausahaan kepada para santri. Selain membentuk karakter disiplin dan tangguh, program tersebut juga diharapkan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi santri serta masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan dan fasilitas secara bertanggung jawab agar hasil yang diperoleh dapat optimal dan berkelanjutan. Perhatian terhadap kebersihan kandang, kualitas pakan, serta manajemen usaha menjadi faktor kunci keberhasilan program.

“Semoga program ini memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi masyarakat luas. Mari kita jaga dan kembangkan bersama agar program ini berkelanjutan,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan syariah, pesantren, dan masyarakat demi terwujudnya kemandirian ekonomi yang berkesinambungan.

“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, saya yakin program pemberdayaan pesantren ini akan menjadi contoh baik bagi pengembangan usaha produktif lainnya di Kabupaten Musi Rawas. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bernilai ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan peresmian dan tasyakuran tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, General Manager Bank Syariah Indonesia Wilayah Bengkulu, Pimpinan Bank Syariah Indonesia Muara Beliti, Danramil Kecamatan Tugumulyo, Kapolsek Tugumulyo, kepala OPD Kabupaten Musi Rawas, pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Kepala Desa E Wonokerto, para ketua OKP Kabupaten Musi Rawas, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Gambar Gravatar
Penulis berita daerah yang rutin mengulas perkembangan regional, kabar masyarakat, dan berbagai peristiwa lokal secara cepat, akurat, dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *