Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Pengukuhan Pengurus Retreat Merah Putih dan Persekutuan ASN Kristiani Periode 2026–2030 di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3/2026)(foto:anto)
Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Pengukuhan Pengurus Retreat Merah Putih dan Persekutuan ASN Kristiani Periode 2026–2030 di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3/2026)(foto:anto)

Perkuat Spiritualitas ASN, Gubernur Helmi Hasan Kukuhkan Retreat Merah Putih

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Pengukuhan Pengurus Retreat Merah Putih dan Persekutuan ASN Kristiani Periode 2026–2030 di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan mental dan spiritual aparatur sipil negara (ASN).

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa ASN tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus menghadirkan nilai kejujuran, pelayanan, kasih, dan pengabdian dalam tugas sehari-hari.

“Retreat Merah Putih menjadi ruang perenungan, pembaruan komitmen, serta penguatan iman. ASN harus beriman, berintegritas, dan berjiwa nasionalis,” ujarnya.

Program Retreat Merah Putih Nasrani dijadwalkan berlangsung pada 2 Maret 2026 sebagai bagian dari perluasan pembinaan spiritual lintas agama. Gubernur menilai berbagai persoalan sosial, mulai dari kenakalan remaja hingga konflik rumah tangga, berakar pada melemahnya hubungan spiritual masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak melakukan intervensi ajaran, melainkan memfasilitasi ruang pembinaan sesuai keyakinan masing-masing umat beragama.

“Retreat Merah Putih ini kita ingin agar setiap umat beragama kembali ke rumah ibadah masing-masing, kembali memperkuat keyakinan masing-masing, dengan harapan semua akan berubah,” kata Helmi Hasan.

Pemprov Bengkulu memastikan program ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam. Setelah pelaksanaan bagi peserta Muslim dalam beberapa angkatan sebelumnya, termasuk Angkatan VII yang ditutup pada 25 Januari 2026, kini giliran umat Kristiani mengikuti retreat dengan metode yang disesuaikan ajaran gereja masing-masing. Ke depan, program serupa juga direncanakan bagi umat Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Ketua Dewan Pembina Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Provinsi Bengkulu, Moses Sinaga, menekankan pentingnya persekutuan doa sebagai wadah pembinaan iman yang inklusif. Sementara itu, Pembina Retreat Desman Simboro menyebut ASN Kristiani di lingkungan Pemprov Bengkulu berjumlah sekitar 350 orang, terdiri dari PNS dan PPPK.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan program ini dirancang berkelanjutan dan akan diperluas hingga kabupaten/kota. Keterlibatan unsur pemerintah dan tokoh agama disebut sebagai bentuk kolaborasi dalam penguatan karakter aparatur.

Melalui perluasan Retreat Merah Putih lintas agama ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap tercipta suasana harmonis, toleran, dan berintegritas, sekaligus memperkuat pelayanan publik yang berlandaskan nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *