Alaku

Pemprov Alokasikan Rp30 Miliar, Banjir Rawa Makmur Ditargetkan Tuntas 2026

Safari Ramadan di Masjid Nur Iman, Senin (2/3/2026)(foto:anto)

Bengkulu – Masalah banjir tahunan yang menghantui warga Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, segera menemui titik terang. Dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nur Iman, Senin (2/3/2026), Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu memastikan langkah konkret penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan aspirasi warga terkait kondisi Jembatan Rawa Makmur yang dinilai terlalu rendah sehingga kerap memicu luapan air saat hujan deras.

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur tadi menegaskan bahwa Rawa Makmur ke depan tidak lagi banjir karena jalan yang kerap terkena banjir akan ditinggikan oleh Pemerintah Provinsi,” ujar Dedy.

Menanggapi hal itu, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengumumkan bahwa pada tahun anggaran 2026 fokus pembangunan diarahkan pada penuntasan banjir serta peningkatan konektivitas wilayah.

Pemprov Bengkulu mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk proyek tersebut. Pekerjaan tidak hanya mencakup pengaspalan, tetapi juga peninggian badan jalan serta pelebaran drainase guna memastikan air tidak lagi meluap ke permukiman warga.

“Kami ingin memastikan mobilitas warga tidak terganggu dan masalah banjir yang sudah bertahun-tahun ini tuntas melalui sinergi antara Kota dan Provinsi,” tegas Helmi Hasan.

Suasana Safari Ramadan 1447 H di Masjid Nur Iman berlangsung hangat. Gubernur hadir didampingi Wakil Gubernur Mian dan disambut oleh Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing selaku tuan rumah.

Dalam sambutannya, Dedy menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov terhadap program-program di Kota Bengkulu. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas pemerintahan menjadi modal utama pembangunan daerah.

“Partisipasi masyarakat adalah yang terpenting. Tanpa dukungan warga, program pemerintah tidak akan ada manfaatnya,” tambahnya.

Kegiatan yang turut dihadiri Sekda Provinsi Herwan Antoni dan Pj Sekda Kota Medy Pebriansyah itu ditutup dengan doa bersama, memperkuat harapan akan Bengkulu yang religius, aman, dan bebas dari persoalan banjir tahunan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan