Bengkulu – Musprov PMI Bengkulu ke-IX resmi digelar dan menjadi momentum konsolidasi organisasi kemanusiaan tersebut untuk lima tahun ke depan. Gubernur Bengkulu membuka langsung forum yang berlangsung di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3/2026).
Musprov PMI Bengkulu dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan PMI Pusat, jajaran PMI kabupaten/kota, serta para relawan. Agenda ini merupakan forum lima tahunan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI.
Dalam forum tersebut dibahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026, penyusunan program kerja 2026–2031, serta pemilihan kepengurusan baru untuk periode mendatang.
Gubernur Bengkulu dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, mengingat Bengkulu termasuk wilayah rawan. Ia menyebut PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan di daerah.
“Meski dilakukan efisiensi anggaran sekitar Rp400 miliar dari total APBD Rp2,7 triliun, komitmen kemanusiaan tidak boleh berkurang. Anggaran PMI tetap dipertahankan,” tegasnya.
Selama periode 2021–2026, PMI Bengkulu tercatat menjalankan berbagai program, mulai dari operasional Unit Transfusi Darah hingga keterlibatan dalam penanganan banjir pada November 2025. Saat itu, PMI mendistribusikan logistik dan menyiagakan armada air bersih bagi warga terdampak.
Gubernur berharap Musprov PMI Bengkulu menjadi ruang konsolidasi yang memperkuat peran organisasi dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis nilai kemanusiaan.





