Akses TPA Air Sebakul Dibenahi, Pemkot Bengkulu Prioritaskan Kelancaran Angkutan Sampah
Akses TPA Air Sebakul (foto:istimewa)

Pengelolaan Sampah Bengkulu Diperketat, Warga Diminta Terapkan Losida di Rumah

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Pengelolaan Sampah Bengkulu kini menjadi perhatian serius pemerintah kota menyusul persoalan operasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul. Selain membenahi infrastruktur TPA, pemerintah juga mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui penerapan Losida (Lodong Sisa Dapur) dan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, tanpa kesadaran warga untuk memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya, persoalan tidak akan pernah tuntas.

“Sampah saat ini menjadi masalah kita bersama. Seluas apapun TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang kita siapkan, kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat dan tidak ada pemilahan sampah dari masyarakat, maka masalah aampah ini tidak akan bisa diatasi,” ujar Dedy.

Ia meminta warga mulai mempelajari pembuatan Losida sebagai solusi sederhana mengolah sampah organik. Tutorialnya, kata dia, dapat diakses melalui internet.

“Mulailah memilah sampah dirumah tangga. Kalau kita punya sampah rumah tangga di dapur, jangan dibuang semua. Buat Losida dari paralon, cara buat losida bisa tonton di YouTube. Masing-masing rumah saya minta ada tempat pemilahan sampah,” ujar Dedy.

Losida sendiri merupakan metode pengolahan sampah organik dengan menanam pipa paralon berlubang ke dalam tanah untuk mengurai sisa makanan menjadi kompos secara langsung.

Dalam konteks Pengelolaan Sampah Bengkulu yang lebih luas, Dedy juga menyatakan akan meminta pengembang perumahan, termasuk REI, agar memasang fasilitas Losida sejak tahap pembangunan. Selain itu, ia mengingatkan warga agar tidak lagi membuang sampah ke saluran air.

“Termasuk juga saya himbau jangan lagi membuang sampah di siring. Nanti kita akan pasang wareng dari besi. Itu sebagai pembatas di siring. Nanti ketahuan warga RT mana yang banyak membuang sampah di siring,” tambah Dedy.

Sementara itu, pemerintah kota sebelumnya bergerak cepat merespons hambatan operasional di TPA Air Sebakul. Tim lintas organisasi perangkat daerah diturunkan untuk memulihkan akses jalan yang sempat mengganggu mobilitas truk pengangkut sampah.

Perbaikan dilakukan melalui kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta OPD terkait. Jalur menuju lokasi pembuangan di bagian dalam TPA diperkeras menggunakan material base agar lebih aman dilalui kendaraan operasional.

Selain itu, tumpukan sampah yang sempat menutup akses utama juga disingkirkan guna mencegah antrean panjang kendaraan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan sistem Pengelolaan Sampah Bengkulu kembali berjalan normal.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp3,5 miliar untuk perluasan lahan TPA sebagai solusi jangka menengah.

“Segala upaya telah dilakukan pemerintah untuk memastikan mobilitas jalan TPA berjalan lancar, dan ini menjadi prioritas kami,” ujar Afriyenita, Kamis (29/1/26).

Seiring proses pembenahan tersebut, pemerintah mengimbau para sopir angkutan sampah agar tidak membuang muatan di sepanjang akses jalan menuju TPA dan langsung menuju titik pembuangan yang telah ditentukan. Ketertiban ini dinilai krusial agar perbaikan infrastruktur tidak terhambat dan Pengelolaan Sampah Bengkulu dapat berlangsung efektif serta berkelanjutan.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *