Alaku

Pemkot Bengkulu Bangun Tiga Jembatan Rawan Banjir, Penataan Kota Dilanjutkan dengan Lampu Hias

Pemkot Bengkulu Bangun Tiga Jembatan Rawan Banjir, Penataan Kota Dilanjutkan dengan Lampu Hias (dok:pemkotbengkulu)

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai pembangunan tiga jembatan di kawasan rawan banjir sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mengurangi dampak banjir yang selama ini mengganggu mobilitas masyarakat. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bengkulu dan Polresta Bengkulu dalam menindaklanjuti aspirasi warga.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Wakil Wali Kota Ronny P.L. Tobing, serta Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat. Ketiga jembatan yang dibangun berada di kawasan Pancur Mas, Betungan, dan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu.

Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu Noprisman mengatakan proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang dihimpun melalui jajaran Bhabinkamtibmas. Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut sebenarnya telah diidentifikasi sejak 2023, namun realisasinya baru dapat dilakukan tahun ini setelah anggaran tersedia.

“Pak Kapolresta beberapa waktu lalu menerima laporan dari Bhabinkamtibmas terkait beberapa titik yang mengalami banjir. Sebenarnya Dinas PUPR sudah mengidentifikasi lokasi-lokasi tersebut sejak tahun 2023, namun saat itu masih terkendala anggaran. Alhamdulillah tahun ini bisa direalisasikan,” ujar Noprisman.

Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai, Pemerintah Kota bersama Polresta Bengkulu melakukan peninjauan ulang ke lapangan guna memastikan lokasi pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Seluruh proyek kini telah memasuki tahap pelaksanaan dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan sehingga dapat dimanfaatkan pada November 2026.

Adapun anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1,4 miliar untuk Jembatan Betungan, Rp1,8 miliar untuk Jembatan Pancur Mas, dan sekitar Rp2 miliar untuk Jembatan Pematang Gubernur.

Selama proses konstruksi berlangsung, akses di lokasi proyek akan ditutup sementara karena pekerjaan pengecoran jembatan tidak dapat dilakukan secara bertahap. Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta kepolisian untuk menyosialisasikan rekayasa lalu lintas dan menyiapkan jalur alternatif bagi masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu juga menyiapkan penataan kawasan melalui peningkatan estetika malam hari. Dinas Perhubungan akan memasang lampu hias modern di Jembatan Jalan Hibrida Raya, Jembatan Simpang Polda KM 9, dan Jembatan Sungai Rupat dengan konsep pencahayaan yang mengadopsi tampilan Jembatan Kota Tuo.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu Toni Hastri Putra mengatakan selain mempercantik tiga jembatan tersebut, pihaknya juga akan mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) konvensional dengan lampu LED yang lebih terang dan hemat energi. Tahap awal penggantian difokuskan pada ruas Simpang Bandara hingga Simpang Lima serta sepanjang Jalan Pembangunan guna meningkatkan keselamatan sekaligus memperkuat daya tarik Kota Bengkulu pada malam hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan