Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu memperluas bantuan darurat bagi warga terdampak banjir dengan menyalurkan ribuan nasi bungkus melalui seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (8/4/2026). Bantuan ini difokuskan untuk warga yang rumahnya masih terendam dan belum dapat menyiapkan makanan sendiri.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah Kota Bengkulu. Penyaluran makanan siap santap ini menjadi bagian dari instruksi langsung Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Tobing untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa darurat.
Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah mengatakan, ribuan nasi bungkus telah disiapkan dari sumbangan seluruh OPD. Jumlah itu disebut masih berpotensi bertambah karena dapur umum masih terus beroperasi hingga proses distribusi berlangsung.
“Semoga bantuan nasi bungkus ini membantu. Apalagi rumah mereka yang masih banyak terendam. Warga tentunya kesulitan untuk masak atau menyiapkan makan sendiri. Maka itulah kita hadir di tengah mereka,” kata Medy Pebriansyah.
Menurut Medy, bantuan makanan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat pemerintah terhadap warga yang terdampak banjir. Ia menegaskan Pemkot Bengkulu akan terus hadir selama situasi darurat masih berlangsung.
“Kita prihatin dan peduli, untuk itu kita akan selalu hadir di tengah musibah ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bengkulu juga telah bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam sejumlah kawasan, termasuk RT 17 Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, pada Selasa (7/4/2026). Melalui Dinas Sosial, bantuan logistik berupa sembako, perlengkapan mandi, dan kebutuhan darurat lainnya sudah lebih dulu disalurkan kepada warga terdampak.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Abriadi menegaskan seluruh OPD diminta bersinergi dalam penanganan banjir. Penyaluran bantuan logistik dan makanan disebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi di tengah genangan yang mengganggu aktivitas harian.
“Seluruh OPD diminta bersinergi untuk memastikan warga terdampak banjir mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” kata Abriadi.
Selain menyalurkan logistik dan makanan, pemerintah juga telah mendirikan dapur umum di sejumlah titik strategis. Keberadaan dapur umum ini menjadi penopang utama distribusi konsumsi bagi warga yang belum bisa kembali beraktivitas normal di rumah masing-masing.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu turut membuka pos pelayanan kesehatan gratis di beberapa wilayah terdampak, termasuk Sukamerindu. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati menyebut petugas medis telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir.
“Saat ini petugas standby di pos kesehatan untuk mengantisipasi masalah kesehatan masyarakat,” ujar Nelli.
Ia mengingatkan warga agar mewaspadai penyakit yang kerap muncul saat banjir, seperti flu, demam, malaria, dan diare. Sementara itu, pemerintah juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat cuaca di Kota Bengkulu dan sekitarnya masih berpotensi hujan.





