Mega Proyek Irigasi Rp36 Miliar di Lebong Kejar Tayang, Progres Capai 30 Persen
Mega proyek rehabilitasi saluran irigasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Sumber Daya Air SNVT PJA Balai Sumatera VII (BWS VII) Bengkulu yang membentang sepanjang 1.300 meter di Kabupaten Lebong, Rabu (17/9/25)(foto: Aan Ade Putra/repoeblik.com)

Mega Proyek Irigasi Rp36 Miliar di Lebong Kejar Tayang, Progres Capai 30 Persen

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Lebong – Mega proyek rehabilitasi saluran irigasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Sumber Daya Air SNVT PJA Balai Sumatera VII (BWS VII) Bengkulu yang membentang sepanjang 1.300 meter di Kabupaten Lebong, terus dikebut. Hingga Rabu (17/9/25), progres pekerjaan telah mencapai 30 persen.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas padat di sejumlah titik pengerjaan. Alat berat dan kendaraan proyek tampak hilir mudik mendukung percepatan pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp36 miliar tersebut.

Konsultan lapangan dari PT Roda Teknindo Purajaya (ROTEK), Ir. Hendrit Susanto, ST., MT., menjelaskan bahwa progres proyek berjalan sesuai rencana.

“Sejauh ini semua pekerjaan berjalan dengan baik sesuai perencanaan. Kita juga melibatkan tenaga lokal asal Lebong, baik yang memiliki keterampilan khusus maupun pekerja umum. Material pun dipastikan berasal dari penyedia resmi yang memiliki izin lengkap,” ungkap Hendrit.

Ia menegaskan, kualitas pembangunan tetap menjadi prioritas utama.

“Pokoknya semua kita tekan agar berjalan semestinya, mulai dari material, pekerja profesional, hingga kualitas pembangunan yang selalu dikedepankan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Humas Aurego Jaya memastikan proyek ini rampung sesuai target.

“Kontraknya memang harus selesai pada Desember. Dengan adanya mega proyek Rp36 miliar ini, kami berharap ada efek domino bagi masyarakat Lebong. Irigasi semakin lancar, panen padi meningkat, dan akses transportasi hasil pertanian pun makin mudah,” kata Rego.

Selain irigasi, proyek ini juga menyentuh pembangunan jalan usaha tani. Jalan tersebut dirabat dengan kualitas tinggi, menggunakan besi di lantai dasar agar lebih kokoh.

“Pembangunan jalan ini bukan hanya untuk memudahkan mobilisasi kendaraan proyek, tapi juga menjadi akses penting bagi desa-desa terdampak, seperti Desa Lemeu Pit, Ujung Tanjung I, Ujung Tanjung II, Desa Bungin, serta wilayah Kecamatan Lebong Sakti dan Bingin Kuning,” jelas Rego.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang secara aktif melaporkan perkembangan daerah, peristiwa lokal, dan isu-isu masyarakat dengan penekanan pada akurasi serta kejelasan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *