Bengkulu – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Bengkulu bersama Balai Bahasa Bengkulu menggelar Panggung Literasi Digital dan Kreativitas Lokal bertema Kita Indonesia, yang disiarkan langsung melalui RRI Bengkulu dan TVRI Bengkulu pada Sabtu pagi (23/8/25).
Indeks literasi digital di Bengkulu tahun ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari gencarnya sosialisasi dan edukasi literasi digital yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak.
Plt Kepala Diskominfo Bengkulu, Miftahul Ilmi, menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya dan kreativitas lokal dalam ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Tantangan kita bukan hanya sekadar menjaga dokumen masa lalu, tetapi juga menghadirkan literasi yang relevan untuk hari ini dan masa depan dengan mengedepankan kreativitas lokal,” jelas Miftahul.
Menurutnya, literasi digital tidak hanya melahirkan masyarakat yang cakap dalam mengelola informasi, tetapi juga mendorong lahirnya karya yang berakar pada nilai budaya lokal. Konten kreatif bertema daerah, budaya baca yang bermakna, hingga kolaborasi lintas generasi disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat jati diri digital masyarakat Bengkulu.
Kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk lokakarya interaktif yang melibatkan generasi muda. Para peserta tidak hanya mendapat materi teoritis, tetapi juga diajak mempraktikkan pembuatan konten kreatif seperti unggahan media sosial, video pendek, hingga podcast yang mengangkat nilai-nilai lokal.
“Teknologi tidak boleh kita lihat sebagai ancaman, justru harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk melestarikan budaya. Dengan begitu, identitas lokal tetap hidup di tengah arus globalisasi,” tambah Miftahul.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, H. Zainal, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas bangsa melalui platform digital.
“Gunakan ruang digital sebagai wadah menyuarakan ide, menyebarkan inspirasi, sekaligus memperkuat identitas kita sebagai daerah yang kaya akan nilai lokal,” ungkap Zainal.
Dengan adanya Panggung Literasi Digital ini, pemerintah berharap masyarakat Bengkulu semakin aktif menghidupkan kreativitas lokal di dunia maya. Momentum tersebut diyakini mampu memperkuat literasi digital sekaligus menjaga budaya daerah agar tetap relevan dan diterima oleh generasi masa kini maupun mendatang.





