Bengkulu – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bengkulu dalam beberapa pekan terakhir memicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi ini berdampak pada kenaikan kunjungan pasien di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD), yang mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10 persen.
Direktur RSHD Bengkulu dr Lista Cerlyviera menjelaskan bahwa peningkatan pasien dengan keluhan pernapasan sudah terasa sejak awal November. Meski terjadi lonjakan, ia memastikan kapasitas pelayanan rumah sakit masih memadai. “Memang ada peningkatan, terutama kasus ISPA, tetapi Alhamdulillah sampai hari ini penanganannya masih bisa kami tangani,” ujar dr Lista pada Kamis 29 November 2025.
Lonjakan kunjungan pada momen tertentu menyebabkan ruang observasi penuh sehingga sebagian pasien harus menunggu ketersediaan tempat. Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih cepat, RSHD juga menyiapkan opsi rujukan ke rumah sakit lain. “Kadang ruang observasi penuh, jadi pasien harus menunggu. Jika diperlukan, kami merujuk ke rumah sakit lain. Namun biasanya masih bisa kami tampung sementara sambil menunggu pasien yang pulang,” jelasnya.
Menurut dr Lista, peningkatan ini diperkirakan berada pada kisaran 10 persen, meski angka pastinya masih menunggu data lengkap. Ia menegaskan bahwa cuaca ekstrem sangat memengaruhi kesehatan pernapasan, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi tubuh, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri apabila muncul gejala ISPA.
RSHD Bengkulu memastikan kesiapan tenaga medis dan fasilitas pendukung untuk mengantisipasi potensi peningkatan pasien apabila cuaca ekstrem masih berlangsung. (ADV)





