Konfercab IV NU Bengkulu Tengah Tetapkan Kharsun dan Darmawan Pimpin Organisasi

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu Tengah – Konferensi Cabang (Konfercab) IV Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bengkulu Tengah resmi menetapkan K. Kharsun sebagai Rois Syuriyah dan Muhammad Darmawan Saputra sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat berikutnya. Keduanya dipercaya memimpin organisasi setelah melalui proses musyawarah dalam forum tertinggi NU tingkat cabang.

Penetapan tersebut sekaligus menandai dimulainya proses penyusunan kepengurusan baru yang akan bertugas menjalankan program dan agenda organisasi NU di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dalam struktur organisasi NU, Rois Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi yang bertugas memberikan arah dan kebijakan organisasi. Jabatan tersebut umumnya diemban oleh tokoh ulama atau kiai yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman dalam organisasi.

K. Kharsun bukan sosok baru di lingkungan NU Bengkulu Tengah. Pria kelahiran Nganjuk, 19 September 1960 itu memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang panjang. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Mojosari, Loceret, Nganjuk pada 1980 dan melanjutkan studi di Pondok Pesantren API Segalrejo, Magelang hingga 1990.

Pengalamannya di lingkungan NU juga cukup panjang. K. Kharsun pernah menjabat Wakil Rois Syuriyah PCNU Bengkulu Tengah pada 2021, Mustasyar PCNU Bengkulu Tengah pada 2026, serta saat ini tercatat sebagai Wakil Syuriyah PCNU Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, posisi Ketua Tanfidziyah diamanahkan kepada Muhammad Darmawan Saputra. Ia dikenal sebagai kader yang tumbuh dan berproses di berbagai badan otonom NU sejak usia muda.

Karier organisasinya dimulai sebagai pengurus IPNU Kota Bengkulu pada 2005. Setahun kemudian hingga 2008, ia dipercaya menjadi Sekretaris PW IPNU Provinsi Bengkulu. Saat menempuh pendidikan tinggi, Darmawan juga aktif di PMII STAIN Bengkulu.

Di lingkungan NU, Darmawan pernah menjabat Sekretaris PC GP Ansor Bengkulu Tengah pada 2017, kemudian dipercaya menjadi Ketua GP Ansor Bengkulu Tengah pada 2021. Sebelum terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah, ia juga mengemban amanah sebagai Sekretaris PCNU Bengkulu Tengah hingga 2026.

Selain aktif di NU, Darmawan juga pernah terlibat dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai Wakil Sekretaris pada periode 2009 hingga 2019.

Pasca-Konfercab IV, NU Bengkulu Tengah juga membentuk tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru. Tim tersebut diketuai Rois Syuriyah terpilih K. Kharsun, dengan Ketua Tanfidziyah terpilih Muhammad Darmawan Saputra sebagai sekretaris.

Adapun anggota tim formatur terdiri dari Rois Syuriyah demisioner K. Nursalim, Ketua MWCNU Talang Empat, serta Rois Syuriyah MWCNU Pondok Kelapa. Tim ini akan menyiapkan komposisi kepengurusan PCNU Bengkulu Tengah untuk periode mendatang.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *