Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital, mulai dari penanganan wilayah blank spot hingga penguatan penyimpanan data pemerintahan, guna mendukung terwujudnya program “Smart Province”.
Aspirasi tersebut disampaikan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu saat menerima kunjungan anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Destita Khairilisani, di Kantor Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu, Rabu (6/5/26).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, mengatakan masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjadi tantangan dalam percepatan transformasi digital di daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Senator Ibu Destita ke kantor kami, sehingga kami bisa menyampaikan aspirasi dan dukungan,” ujar Nelly, Sabtu (9/5/26).
Ia menjelaskan, salah satu kebutuhan mendesak ialah pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di empat wilayah blank spot yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses internet dan telekomunikasi.
“Salah satunya untuk pembangunan BTS untuk empat daerah blank spot yang ada di Provinsi Bengkulu,” katanya.
Selain pemerataan jaringan internet, Pemprov Bengkulu juga mendorong dukungan penyimpanan data nasional (PDN) karena kapasitas penyimpanan data pemerintahan yang dimiliki saat ini dinilai masih terbatas.
Menurut Nelly, program digitalisasi seperti Satu Data Bengkulu membutuhkan dukungan lebih besar, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sarana pendukung lainnya.
“Program lain seperti Satu Data Bengkulu juga memerlukan support, selain itu peningkatan SDM dan sarana prasarana sehingga terciptanya transformasi digital smart province,” ujarnya.
Ia menambahkan, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sebelumnya juga telah bertemu Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada Maret 2026 untuk membahas percepatan penanganan wilayah blank spot dan sinyal lemah di sejumlah desa terpencil.
Nelly berharap dukungan Senator Destita dapat menjadi penghubung antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, termasuk dalam pengembangan smart city di tingkat kabupaten dan kota.
Menanggapi hal itu, Destita Khairilisani memastikan siap memperjuangkan seluruh aspirasi yang disampaikan demi mendukung pemerataan layanan digital di Bengkulu.
“Tadi sudah mendengarkan aspirasi dari teman-teman Kominfo, KPID, dan KIP. Tentunya ini menjadi PR kita bersama,” ujar Destita.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong realisasi berbagai kebutuhan tersebut agar masyarakat Bengkulu mendapatkan akses layanan digital yang lebih baik.
“Untuk kepentingan masyarakat Bengkulu, kita dorong sama-sama. InsyaAllah ini kita perjuangkan dan semoga dapat segera terealisasikan,” katanya.





