Bengkulu – Isu tentang kosongnya kas daerah (kasda) Pemerintah Kota Bengkulu belakangan menjadi perbincangan hangat, terutama setelah Anggota DPRD Kota Bengkulu, Irman Sawiran, menyatakan rencana pengajuan hak interpelasi terhadap Penjabat (Pj) Walikota Arif Gunadi. Namun, Pj Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Eko Agusrianto, memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan hanya merupakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
DPRD Pertanyakan Kasda Kosong
Irman Sawiran sebelumnya menyebut bahwa informasi tentang kasda yang kosong diperoleh dari bagian keuangan. Hal ini memunculkan kekhawatiran, terutama menjelang akhir tahun anggaran. “Kalau kas daerah kosong, proyek fisik dan kegiatan lain akan terganggu. Ini juga berdampak pada kontraktor yang tidak dapat menerima pembayaran,” tegas Irman, Rabu, 4 Desember.
Selain itu, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu yang baru mencapai 60 persen dari target Rp270 miliar hingga Desember menjadi sorotan. “Sulit untuk mencapai target 100 persen mengingat waktu yang tersisa hanya hitungan minggu,” tambahnya.
Pemkot Bengkulu Klarifikasi Isu
Menanggapi isu tersebut, Pj Sekda Kota Bengkulu, Eko Agusrianto, dengan tegas membantah klaim tentang kosongnya kasda. Ia menjelaskan bahwa kas daerah tetap ada dan penggunaannya sudah teralokasi dengan baik untuk berbagai kebutuhan, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), penggajian, pembayaran pihak ketiga, dan kegiatan prioritas lain.