Jakarta – Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026). Tokoh sipil yang pernah memimpin Kementerian Pertahanan pada era Presiden Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono itu wafat dalam usia 84 tahun.
Kabar duka itu dibenarkan Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait. Kepada Detik, Rico menyatakan Juwono telah meninggal dunia pada hari ini.
“Betul, Bapak Juwono Sudarsono beliau telah meninggal dunia,” kata Rico Ricardo Sirait saat dihubungi, Sabtu.
Juwono mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.45 WIB di RSPI Pondok Indah, Jakarta. Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (29/3).
Selain dikenal sebagai mantan Menteri Pertahanan, Juwono juga pernah menduduki kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie. Kariernya di kabinet menandai kiprah panjangnya di pemerintahan dan dunia akademik.
Dalam rekam jejaknya, Juwono pertama kali dipercaya menjadi Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid pada 1999 hingga 2000. Ia kemudian kembali menjabat posisi yang sama dalam Kabinet Indonesia Bersatu di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 21 Oktober 2004 hingga 22 Oktober 2009.
Di luar jabatan menteri, Juwono juga sempat menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya hingga 2004. Ia dikenal luas sebagai akademisi, termasuk sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, serta pernah menjabat Dekan FISIP UI.
Juwono tercatat sebagai Menteri Pertahanan pertama dari kalangan sipil setelah selama sekitar empat dekade posisi tersebut diisi figur berlatar militer. Latar belakang akademiknya juga menonjol, dengan pendidikan di Universitas Indonesia, University of California at Berkeley, hingga meraih gelar doktor dari London School of Economics and Political Science.
Kepergian Juwono menutup perjalanan panjang salah satu tokoh sipil penting dalam sejarah pertahanan Indonesia, yang kiprahnya membentang dari kabinet, diplomasi, hingga dunia pendidikan tinggi.





