Jumlah Korban Keracunan MBG di Lebong Capai 283 Anak, Orang Tua Desak Penyelenggara Bertanggung Jawab

Lebong – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong kian meluas. Dari data yang redaksi terima, hingga Rabu sore (27/8/25) pukul 17.30 WIB, tercatat sebanyak 283 anak menjadi korban dan menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Berdasarkan laporan resmi, rincian pasien tersebar di beberapa lokasi:
- RSUD Lebong: 253 anak, dirawat di berbagai ruangan termasuk Aula, Gedung Alamanda, Anggrek, Aglonema, hingga ruang intensif anak dan PICU.
- Puskesmas Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara: 1 anak (rawat jalan, sudah pulang).
- Puskesmas Semelako, Kecamatan Lebong Tengah: 29 anak, terdiri dari 28 rawat inap dan 1 rawat jalan (sudah pulang).
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, bersama jajaran kepolisian terus memantau penanganan korban di rumah sakit. Polisi juga mendirikan posko darurat dan menyalurkan bantuan air minum bagi pasien agar terhindar dari dehidrasi. Personel Polres Lebong dilaporkan berjaga di setiap ruang perawatan.
“Kapolres bersama dokter sudah keliling memeriksa tiap-tiap ruangan. Seluruh personel saat ini stand by di RSUD Lebong,” ungkap salah satu sumber di lapangan.
Sementara itu, sejumlah orang tua korban mendesak penyelenggara MBG Kabupaten Lebong bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan. Mereka mengaku keberatan karena saat mendaftar pasien di RSUD, pihak keluarga masih ditanya soal BPJS atau tanggungan pribadi.
“Ini sangat memberatkan keluarga yang notabene kurang mampu. Penyelenggara MBG Kabupaten Lebong harus bertanggung jawab penuh atas semua biaya yang timbul akibat keracunan massal ini,” tegas Sapran Irawan, salah satu orang tua pasien.
Sapran juga meminta Kapolres Lebong dan Polda Bengkulu mengusut tuntas siapa pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan program MBG di daerah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan dan pihak penyedia dapur MBG menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menginstruksikan seluruh layanan medis dan ambulans di Lebong dan Rejang Lebong untuk membantu penanganan korban.






