Alaku

Warga Dua Desa di Rejang Lebong Galang Dana Swadaya, Jembatan Rusak Akhirnya Diperbaiki

Warga Dua Desa di Rejang Lebong Galang Dana Swadaya, Jembatan Rusak Akhirnya Diperbaiki (dok:istimewa)

Rejang LebongMasyarakat dua desa di Kabupaten Rejang Lebong memilih bergotong royong memperbaiki lantai jembatan yang rusak setelah belum mendapat penanganan permanen. Melalui dana swadaya yang terkumpul hingga puluhan juta rupiah, perbaikan dilakukan demi menjaga keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.

Perbaikan difokuskan pada Jembatan Sungai Temam dan Jembatan Sungai Lingar yang menghubungkan Desa Tanjung Sanai II dan Desa Air Kati di Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) dengan Desa Suka Karya, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI). Kondisi lantai jembatan yang sebagian masih menggunakan papan kayu dilaporkan sudah banyak mengalami kerusakan dan pelapukan.

Kesepakatan untuk melakukan perbaikan diambil dalam musyawarah yang digelar di Balai Desa Air Kati, Jumat (31/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Desa Air Kati Sapton Kelvin, Kepala Desa Suka Karya Ujang Bastari, Ketua BPD Desa Air Kati Hasan Basri, Kepala Dusun Suka Karya Harni, kelompok tani, perangkat desa, serta masyarakat dari kedua desa.

Kepala Desa Air Kati Sapton Kelvin mengatakan kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan mendorong pemerintah desa dan masyarakat mencari solusi bersama agar akses tersebut tetap aman digunakan.

“Musyawarah ini sengaja kami lakukan untuk membahas perbaikan lantai Jembatan Sungai Temam yang sekarang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Sapton.

Ia menjelaskan kerusakan lantai jembatan membuat pengguna jalan harus ekstra waspada, terlebih konstruksi jembatan berada pada ketinggian puluhan meter. Menurutnya, risiko kecelakaan akan semakin besar apabila kerusakan tidak segera ditangani.

Sapton menambahkan jembatan tersebut memiliki peran vital karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Selain digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, akses itu juga dilalui para guru yang mengajar di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayah tersebut.

Hasil musyawarah menyepakati perbaikan dilakukan melalui pembiayaan swadaya. Dana yang berhasil dihimpun mencapai puluhan juta rupiah dan berasal dari Pemerintah Desa Air Kati, Pemerintah Desa Suka Karya, kelompok tani, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, kepala sekolah SD dan SMP, serta sumbangan masyarakat.

“Alhamdulillah, dalam musyawarah tadi sudah terkumpul bantuan mencapai puluhan juta rupiah. Bantuan ini berasal dari berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi jembatan, baik pemerintah desa, kelompok tani, anggota DPRD, kepala sekolah maupun masyarakat,” kata Sapton.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kepedulian bersama untuk menjaga keselamatan pengguna jembatan sekaligus memastikan aktivitas warga di dua desa tetap berjalan dengan lancar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan