Bengkulu – Dugaan penipuan yang mencatut nama minyak goreng Bumi Merah Putih (BMP) “Minyak Kito Besamo” mulai mencuat jelang peluncuran resmi produk tersebut..
Informasi yang beredar menunjukkan adanya komunikasi pemesanan fiktif dari pihak tak dikenal yang menawarkan pembelian dalam jumlah besar tanpa identitas jelas. Pelaku menggunakan nomor +62 857-5823-98** dan mengklaim mampu melayani pesanan hingga ratusan dus.
Dalam percakapan itu, pelaku mengarahkan calon pembeli untuk tetap berkomunikasi melalui pesan singkat dan tidak memberikan detail mengenai nama perusahaan maupun legalitas usaha yang dimaksud.
Modusnya adalah meminta calon pembeli datang langsung ke lokasi yang disebut berada di kawasan Tebeng, tepatnya di depan Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, saat dimintai kejelasan identitas toko atau kantor, pelaku hanya menyebut “kantor” dengan gudang terpisah tanpa keterangan pasti.
Pelaku juga mengaku barang tersedia dan bisa diambil sehari setelah pemesanan, meski tidak mampu menunjukkan bukti stok secara meyakinkan.
Situasi ini muncul di tengah persiapan peluncuran resmi minyak goreng BMP yang tengah dimatangkan. Seperti diberitakan sebelumnya, produk “Minyak Kito Besamo” telah melalui serangkaian verifikasi sebelum dipasarkan ke publik.
Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menegaskan seluruh aspek telah dipastikan siap, mulai dari legalitas usaha hingga proses distribusi.
“Apa yang disampaikan pengelola, semuanya sudah melalui tahapan dan telah memiliki izin, termasuk soal halal,” ujar Denni.
Peninjauan kesiapan produk juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan minyak goreng tersebut layak edar sebelum dilaunching oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Dengan munculnya dugaan penipuan ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan setiap transaksi dilakukan melalui jalur resmi. Pemerintah diharapkan segera memberikan kejelasan distribusi resmi guna mencegah penyalahgunaan nama produk oleh pihak tidak bertanggung jawab.





