Pemprov Akan Buka Dapur Umum
BENGKULU – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu pada Minggu (5/4) hingga Senin (6/4) dini hari mengakibatkan banjir besar di Kabupaten Lebong. Setidaknya 15 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak banjir dan longsor.
Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, SE menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan penanganan terhadap para korban banjir.
“Saya sudah menginstruksikan jajaran Pemprov mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu penanganan musibah banjir di Lebong,” terang Helmi Hasan.
Instruksi gubernur tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menurut Asisten I Pemprov Bengkulu, Drs. Khairil, M.Si, pihaknya sejak tadi malam langsung bergerak cepat mengirimkan personel serta peralatan yang dibutuhkan untuk membantu para korban banjir di Lebong. Selain itu, Pemprov juga berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional.
“Mereka sangat membutuhkan perahu karet. Saya sudah koordinasikan dengan Kakan SAR. Tadi malam mereka sudah mengirimkan personel serta 1 perahu karet dan 1 perahu rafting,” kata Khairil.
Kondisi terkini, ketinggian banjir di permukiman warga mencapai sebatas pinggang orang dewasa. Sejumlah rumah juga dilaporkan terendam hingga separuh bangunan. Beberapa warga masih terjebak dan membutuhkan evakuasi. Tim gabungan terus melakukan penanganan di lokasi sembari memantau perkembangan situasi.
Khairil menambahkan, pada Senin (6/4) pagi, jajaran Pemprov yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas akan turun langsung ke lokasi musibah di Lebong untuk membuka dapur umum guna membantu warga terdampak. Sementara itu, penanganan jalan provinsi yang terkena longsor akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Semua dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi,” tambah Khairil.
Di sisi lain, terkait musibah tenggelamnya sampan pemancing di kawasan Kuala Jenggalu, menurut Khairil, penanganan telah dilakukan oleh Pemkot bersama Kantor SAR Nasional Bengkulu. Pencarian satu korban yang belum ditemukan akan dilanjutkan kembali oleh tim SAR pada Senin pagi pukul 07.00 WIB.
Banjir Rendam 15 Desa
Sementara itu, berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Bencana BPBD Kabupaten Lebong, banjir dan longsor melanda 15 desa di enam kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi:
- Kecamatan Lebong Tengah:
Desa Semelako I, Desa Karang Anyar, dan Desa Tanjung Bunga II. - Kecamatan Lebong Utara:
Desa Nangai Amen, Desa Lebong Tambang (longsor), Kelurahan Pasar Muara Aman, dan Desa Kampung Terendam. - Kecamatan Amen:
Desa Nangai Tayau dan Desa Sungai Gerong. - Kecamatan Uram Jaya:
Desa Lemeu (longsor), serta banjir di Desa Tangua, Desa Kota Agung, dan Desa Kota Baru. - Kecamatan Lebong Selatan:
Desa Kutai Donok. - Kecamatan Pinang Belapis:
Desa Air Kopras (longsor).
Kronologis Kejadian
Bencana banjir dan tanah longsor di Lebong terjadi pada Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Lebong sejak siang hari.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman warga dan badan jalan, terutama di wilayah sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Air Ngeai, Air Kotok, dan Air Uram.
Seiring kondisi tersebut, banjir mulai menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong secara bertahap di beberapa kecamatan. Pemerintah Kabupaten Lebong melalui BPBD, bersama unsur kecamatan, desa, dan OPD terkait, segera melakukan langkah tanggap darurat dengan menurunkan tim ke lokasi untuk penanganan awal. (*)





