“Jarak pandang yang tercatat saat ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini sudah masuk ke dalam kategori berbahaya bagi operasi penerbangan,” terang Sukarno Anjasman dari BMKG Stasiun Fatmawati. Situasi ini telah mempengaruhi operasi penerbangan, menyebabkan keterlambatan dan pembatalan beberapa penerbangan di Kota Bengkulu.
Kondisi kabut asap yang terus berlanjut di Kota Bengkulu dipengaruhi oleh adanya titik panas di sejumlah wilayah. Saat ini, terdeteksi sembilan titik panas di Provinsi Bengkulu. Sukarno Anjasman menjelaskan bahwa titik panas tersebut terdistribusi di tiga wilayah, termasuk Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Mukomuko. Titik panas ini menjadi sumber utama dari asap yang meliputi kota dan wilayah sekitarnya.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari





